JAKARTA – Amerika Serikat (AS) mengerahkan sekitar 200 personel militer ke Israel guna mendukung dan memantau pelaksanaan kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Informasi ini disampaikan oleh seorang pejabat senior AS kepada kantor berita The Associated Press, sebagaimana dikutip Al Jazeera, Jumat (10/10/2025).

Menurut pejabat yang enggan disebutkan namanya itu, pasukan tersebut akan berada di bawah koordinasi Komando Pusat AS (CENTCOM), yang akan membentuk “pusat koordinasi sipil-militer” di Israel. Pusat komando ini akan bertugas memfasilitasi penyaluran bantuan kemanusiaan, serta mendukung aspek logistik dan keamanan menuju Jalur Gaza.

Pejabat itu menegaskan, tidak ada personel AS yang akan dikerahkan langsung ke wilayah Gaza. Pasukan yang dikirim akan bekerja bersama tim gabungan yang terdiri atas negara-negara mitra, lembaga swadaya masyarakat (LSM), serta pihak dari sektor swasta.

Langkah ini menambah kehadiran militer AS di kawasan tersebut, setelah sebelumnya Washington juga mengirim sekitar 100 personel ke Israel tahun lalu untuk membantu pengoperasian sistem pertahanan udara negara itu.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menandatangani tahap pertama dari kesepakatan damai Gaza.

“Saya bangga mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menandatangani fase pertama rencana perdamaian kami,” ujar Trump.

Menurutnya, kesepakatan awal ini mencakup pembebasan seluruh tahanan serta penarikan pasukan Israel ke garis yang telah disepakati. “Ini adalah langkah pertama menuju perdamaian yang kuat, langgeng, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Dalam unggahannya di platform media sosial Truth Social, Trump menegaskan bahwa “semua pihak akan diperlakukan secara adil.”

“Ini adalah hari bersejarah bagi dunia Arab dan Islam, bagi Israel, bagi semua negara tetangga, dan bagi Amerika Serikat. Kami berterima kasih kepada para mediator dari Qatar, Mesir, dan Turki yang telah bekerja sama dengan kami untuk mencapai peristiwa luar biasa ini. Seluruh apresiasi kami sampaikan kepada para pembawa perdamaian,” ujar Trump menutup pernyataannya.(*)