MAKASSAR – Pohon tumbang kembali memakan korban di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Ini bukan kali pertama. Dalam satu bulan, sudah dua kali pohon di kawasan padat lalu lintas itu tumbang dan menimpa kendaraan warga.

Senin malam (27/10/2025), tim gabungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar turun tangan. Mereka mengevakuasi pohon besar yang melintang di badan jalan. Butuh waktu sekitar 45 menit untuk memotong batang pohon menggunakan chainsaw dan memindahkan sisa reruntuhan agar arus lalu lintas kembali lancar.

Satu unit mobil MPV putih tertimpa batang pohon, namun berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa. Warga sekitar ikut membantu petugas memangkas ranting dengan parang dan menyingkirkan batang ke tepi jalan. Polisi dari Polsek Panakkukang dan satuan lalu lintas juga turun tangan mengurai kemacetan yang sempat membuat kendaraan mengular hingga satu kilometer.

Warga menilai insiden berulang ini sebagai tanda kurangnya perawatan pepohonan di ruas jalan utama kota. Mereka meminta Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin—yang akrab disapa Pak Appi—untuk segera memangkas pohon tua yang berisiko tumbang.

“Sudah dua kali di Urip tumbang dalam waktu dekat. Untung tadi malam tidak ada korban. Pemerintah seharusnya rutin pangkas pohon besar sebelum makan korban lagi,” ujar salah satu warga di lokasi kejadian.

Peristiwa serupa juga sempat terjadi awal tahun ini. Januari lalu, sepasang suami istri terluka tertimpa pohon di Jalan Ratulangi. Bulan April, dua pengendara motor nyaris tewas tertimpa pohon di depan Markas Kodam XIV/Hasanuddin. Bahkan di luar Makassar, angin kencang dan hujan deras juga menumbangkan pohon di Maros pada 8 Oktober, merusak enam rumah warga di Kecamatan Mandai.

Sekretaris BPBD Maros, Nasrul, mengingatkan masyarakat untuk tidak berteduh di bawah pohon besar atau papan reklame saat hujan disertai angin kencang. “Segera laporkan jika ada pohon tumbang atau rumah rusak. Tim kami siaga 24 jam,” ujarnya.

Kejadian di Jalan Urip Sumoharjo mestinya menjadi peringatan serius bagi Pemkot Makassar. Perawatan dan pemangkasan pohon besar di jalan utama bukan sekadar urusan estetika, tapi soal keselamatan publik. Sebelum jatuh korban, sudah saatnya tindakan nyata dilakukan—bukan sekadar evakuasi setelah bencana terjadi.(*)