SULSELONLINE.COM – Luka Modric kembali menantang usia. Di usia 40 tahun, maestro lini tengah Kroasia itu kembali mengantar negaranya menuju panggung terbesar sepak bola dunia: Piala Dunia 2026. Kemenangan 3-1 atas Kepulauan Faroe memastikan tiket sekaligus mempertegas posisi Modric sebagai sosok tak tergantikan dalam sejarah sepak bola Kroasia.
Keberhasilan ini bukan sekadar hasil atas Faroe, melainkan kelanjutan dari warisan panjang Modric yang terus menyala meski usia terus berjalan. Dari seluruh edisi Piala Dunia yang dijalani Kroasia, lima di antaranya berlangsung pada era Modric — sebuah pencapaian yang belum pernah dicapai pemain Kroasia lainnya.
Kini, Modric bersiap menjalani Piala Dunia kelimanya. Sebuah tonggak istimewa yang hanya mampu ditorehkan segelintir pemain dalam sejarah sepak bola. Dengan pengalaman, pengaruh, dan kecintaannya kepada tim nasional, Piala Dunia 2026 menjadi panggung yang mungkin menjadi bagian akhir dari perjalanan panjangnya bersama Vatreni.
Kroasia Lolos, Modric Ukir Sejarah
Kroasia mengamankan langkah ke Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Kepulauan Faroe 3-1. Sempat tertinggal lebih dulu, skuad Zlatko Dalic bangkit melalui gol Josko Gvardiol, Petar Musa, dan Nikola Vlasic.
Hasil ini memastikan Kroasia duduk di puncak klasemen Grup L dengan 19 poin, tak terkejar Republik Ceko yang baru mengemas 13 poin. Kelolosan tersebut menjadi yang ketujuh bagi Kroasia, dan menariknya, lima di antaranya terjadi pada era Luka Modric.
Sejak debutnya di Piala Dunia 2006, Modric telah menjadi figur sentral, meski awalnya hanya tampil sebagai cameo di edisi perdananya.
Perjalanan Panjang Sang Maestro
Pada Piala Dunia 2014, Modric telah berkembang menjadi pemain inti, namun Kroasia masih belum stabil dan kembali tersingkir di fase grup. Kebangkitan besar baru terjadi pada 2018.
Di Rusia, Modric memimpin Kroasia hingga ke final sebelum kalah 2-4 dari Prancis. Perjalanan heroik itu mengokohkan reputasinya sebagai salah satu gelandang terbaik dunia. Empat tahun kemudian, Kroasia kembali tampil konsisten dengan melaju ke semifinal Piala Dunia 2022 dan menutup turnamen sebagai peringkat ketiga usai mengalahkan Maroko 2-1.
Modric tetap menjadi pusat permainan, pemimpin, dan sumber inspirasi di setiap langkah.
Menuju Panggung Terakhir
Piala Dunia 2026 diperkirakan menjadi panggung penuh emosi bagi Luka Modric. Pada usia 40 tahun, turnamen tersebut kemungkinan akan menjadi penampilannya yang kelima sekaligus yang terakhir di level tertinggi sepak bola internasional.
Modric mungkin belum berencana pensiun dalam waktu dekat, tetapi Piala Dunia 2026 tampak seperti titik ideal untuk menutup karier internasional yang luar biasa panjang dan penuh pencapaian. Ajang ini bisa menjadi salam perpisahan sang maestro — sebuah penutup indah bagi pemain yang telah memberi begitu banyak bagi Kroasia dan dunia sepak bola.

Tinggalkan Balasan