MAROS – Seorang siswi SMPN 9 Marusu berinisial A harus dievakuasi oleh tim Human Rescue Damkar Maros setelah jari kelingking kanannya tersangkut di lubang kunci, Kamis (27/11/2025).
Kejadian bermula ketika siswi 14 tahun itu iseng memasukkan jari kelingking ke lubang kunci. Namun saat menarik kembali jarinya, ia tidak bisa melepaskannya. Berbagai upaya dari teman-temannya dan pihak sekolah untuk menolongnya gagal, sehingga pihak sekolah menghubungi Damkar Maros.
Komandan Pleton III Damkar Maros, Andi Agus, menjelaskan bahwa laporan masuk sekitar pukul 11.30 Wita. Lima personel kemudian diterjunkan ke lokasi sekolah di Desa Pabentengan, Kecamatan Marusu.
“Proses evakuasi mulai dilakukan pukul 11.53 Wita,” jelas Andi Agus di Mako Damkar Turikale.
Evakuasi berlangsung sekitar 37 menit. Petugas memotong bagian besi menggunakan gerinda sambil terus menyiramkan air untuk mengurangi panas dan mencegah luka bakar. Selama proses berlangsung, siswi tersebut beberapa kali meringis kesakitan karena tekanan pada jari.
“Beruntung besi kunci berhasil dipotong tanpa melukai jari siswi,” kata Agus.
Kepala Damkar Maros, Jufri, mengatakan insiden seperti ini kerap terjadi karena kurangnya kesadaran anak-anak terhadap potensi bahaya benda kecil di sekitar mereka. Ia mengimbau pihak sekolah untuk meningkatkan edukasi keselamatan dasar kepada para siswa.
“Anak-anak perlu diedukasi agar tidak bermain-main dengan benda berisiko, terutama yang berkaitan dengan celah sempit atau logam,” ujarnya.
Jufri menegaskan bahwa Damkar Maros selalu siaga 24 jam, tidak hanya untuk menangani kebakaran tetapi juga berbagai operasi penyelamatan non-kebakaran seperti kejadian ini. (*)

Tinggalkan Balasan