MAKASSAR – Kontestasi Pemilihan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan diprediksi berlangsung panas. Dua figur muda menyatakan siap bertarung pada Musyawarah Daerah (Musda) XVI tahun 2025.

Keduanya adalah Ketua DPRD Maros, Muhammad Gemilang Pagessa (27) dari Partai Amanat Nasional (PAN), serta Anggota DPRD Sulsel periode 2024–2029, Vonny Ameliani Suardi (35), yang juga menjabat Ketua Partai Gerindra Jeneponto.

Nama kedua kandidat mulai mengemuka setelah sejumlah organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP) membuka dukungan jelang Musda KNPI Sulsel yang dijadwalkan berlangsung pada Desember 2025 dengan tema “KNPI Satu, Sulsel Maju.”

Ketua KNPI Sulsel, Nurkanita Maruddani Kahfi, menyambut baik menguatnya dua figur tersebut. Menurutnya, tren itu menandai bangkitnya energi kepemudaan di Sulawesi Selatan.

“Pemuda kembali bergairah membangun kepemudaan di Sulsel,” ujarnya, Minggu (30/11/2025).

Muhammad Gemilang yang kini memimpin KNPI Maros dinilai memiliki basis kuat di berbagai kabupaten/kota berkat jaringannya sebagai legislator. Sementara itu, Vonny hadir sebagai wajah baru dalam kontestasi tingkat provinsi.

Selain dua nama tersebut, sejumlah figur lain juga disebut bakal maju. Mereka di antaranya Komandan KOKAM PP Pemuda Muhammadiyah, Elly Oschar, yang pernah menjabat Sekretaris KNPI Sulsel periode 2016–2019; Anggota DPRD Makassar, Irfan Malluserang Kahfi; Ketua DPW PSI Sulsel, Muammar Ferirae Gandi; serta Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Sulsel, Hasrul Kaharuddin, yang juga mantan Ketua KNPI Kota Makassar periode 2021–2024.

Terkait potensi polarisasi, Nurkanita meminta seluruh DPD II KNPI di kabupaten/kota menjaga soliditas. Ia menegaskan Musda bukan ajang perpecahan, melainkan momentum menyatukan pemuda lintas organisasi, profesi, dan ideologi.

Tahapan awal melalui Rapimpurda dijadwalkan digelar di Aula Asta Cita Gubernuran, Jalan Sungai Tangka, Makassar, pada Jumat 17 Oktober 2025. Agenda tersebut menentukan keabsahan delegasi OKP yang memiliki hak suara.

Ketua Panitia Musda KNPI Sulsel, Idham Raihutama, membenarkan rangkaian agenda tersebut. Ia menegaskan Musda XVI mengacu pada SK Nomor 67/kpts/sek/ix/2025 tertanggal 29 September 2025.

Idham berharap Musda dapat menarik partisipasi luas dari seluruh organisasi kepemudaan. Ia juga mengajak pemuda potensial untuk mengikuti proses pendaftaran sesuai ketentuan AD/ART.

Pihak panitia berkomitmen menjalankan Musda secara profesional agar melahirkan kepengurusan yang berintegritas dan menjunjung nilai-nilai luhur masyarakat Sulsel.

Hingga kini, KNPI Sulsel masih berada dalam kondisi dualisme kepengurusan sejak 2019. Pada tahun itu, Nurkanita Maruddani Kahfi terpilih dan memimpin selama dua periode. Namun pada 2020 muncul kepengurusan tandingan yang dipimpin Arham Basmin, putra mantan Bupati Luwu, Basmin Mattayang. Sejak saat itu, dua struktur organisasi berjalan paralel dan sama-sama mengklaim legitimasi.(*)