Bone – Sebanyak 15 sekolah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, meraih Penghargaan Adiwiyata dari Kementerian Lingkungan Hidup, termasuk dua sekolah yang berhasil mencapai tingkat Adiwiyata Mandiri.
Plt Kadis Pendidikan Bone, Edy Saputra Syam, menyebut dua sekolah penerima Adiwiyata Mandiri adalah SDN 23 Jeppe’e dan SMA 13 Bone. Ia menambahkan, hanya enam kabupaten/kota di Sulsel yang berhasil memperoleh penghargaan tahun ini, yakni Bone, Bulukumba, Makassar, Gowa, Bantaeng, dan Luwu Timur. Para kepala sekolah dijadwalkan menerima penghargaan di Jakarta.
Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menjelaskan bahwa penghargaan ini diberikan kepada sekolah yang konsisten menerapkan budaya ramah lingkungan, mulai dari pengelolaan sampah, penghijauan, hingga kurikulum berbasis lingkungan. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan keberhasilan kolaborasi antara sekolah, guru, siswa, dan masyarakat dalam menciptakan perubahan positif.
Ia menegaskan bahwa Adiwiyata adalah investasi jangka panjang untuk membentuk generasi peduli lingkungan, sekaligus memperkuat komitmen Bone dalam mendukung pendidikan berwawasan lingkungan.
Kadis DLH Bone, Dray Vibrianto, menambahkan bahwa dari 17 sekolah yang diusulkan, 15 dinyatakan lolos, termasuk dua yang meraih penghargaan tertinggi. Semua sekolah tersebut merupakan binaan DLH Bone. Ia menilai pentingnya memperluas penerapan kurikulum lingkungan, mengingat berbagai tantangan seperti air bersih dan pengelolaan sampah. Ke-15 sekolah itu akan menerima penghargaan pada 10 Desember. (*)

Tinggalkan Balasan