MAKASSAR – Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar memprediksi puncak arus penumpang pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 akan terjadi pada 21 Desember 2025. Jumlah penumpang diperkirakan mencapai 38.000 orang, mengalami kenaikan sekitar 4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Pada hari normal, jumlah penumpang di bandara ini biasanya berkisar antara 27.000 hingga 30.000 orang per hari. Hingga saat ini, rute penerbangan menuju Jakarta dan Surabaya masih menjadi destinasi yang paling mendominasi permintaan penumpang.

General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Minggus Gandeguai, menjelaskan bahwa lonjakan ini merupakan siklus tahunan. Ia menekankan peran strategis bandara ini sebagai titik transit utama yang menghubungkan wilayah Indonesia Barat dengan Indonesia Timur, terutama bagi penumpang yang menuju Papua.

Guna memastikan kelancaran operasional, pihak bandara telah menyiagakan Posko Terpadu Angkutan Udara selama 21 hari, mulai 15 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Selain itu, beberapa maskapai telah mengajukan tambahan jadwal penerbangan, seperti Garuda Indonesia untuk rute Makassar–Jakarta dan Sriwijaya Air untuk rute Makassar–Timika.

Minggus menjamin kapasitas terminal saat ini masih sangat memadai untuk melayani lonjakan penumpang. Dengan pengembangan yang telah dilakukan, kapasitas bandara kini mampu menampung hingga 15 juta penumpang per tahun, meningkat pesat dari kapasitas sebelumnya yang hanya 7 juta penumpang. Kondisi ini membuat area terminal tetap terasa longgar meski terjadi peningkatan aktivitas.

Aspek keamanan dan keselamatan juga ditingkatkan dengan pengerahan ratusan personel gabungan. Pengawasan pada sisi udara, seperti kebersihan landasan pacu dan fasilitas navigasi, dilakukan secara ketat dengan dukungan pemantauan cuaca berkala dari BMKG. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada 4 Januari 2026 dengan perkiraan jumlah penumpang sekitar 30.000 orang.(*)