SULSELONLINE.COM – Sebanyak 18 kapal dioperasikan selama musim mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar. Belasan kapal tersebut didominasi armada milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni).

Hal itu disampaikan General Manager Pelindo Regional 4, Iwan Sjarifuddin, usai mendampingi Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro meninjau Pos Terpadu Nataru di Pelabuhan Makassar, Jalan Nusantara, Kecamatan Wajo, Senin (22/12/2025).

“Total saat ini ada 14 kapal dari Pelni, ditambah tiga kapal dari DLU dan satu kapal lainnya. Untuk sementara, ketersediaan kapal mencukupi,” ujar Iwan.

Untuk menjamin kenyamanan dan keamanan pemudik, Pelindo Regional 4 melakukan sejumlah pembenahan fasilitas. Di antaranya penambahan pendingin ruangan dan kipas angin di Terminal 1, serta penambahan water station atau dispenser air minum di lantai satu dan dua terminal.

Selain itu, Pelindo juga menambah jumlah troli bagi penumpang yang membawa barang bawaan berat. Fasilitas toilet turut dibenahi, termasuk kelengkapan pendukung di dalamnya. Pelindo juga menyiapkan area bermain anak di Terminal 1.

“Charging box juga sudah tersedia bagi penumpang yang tidak membawa powerbank. Mushala kami lengkapi semuanya,” jelas Iwan.

Tak hanya itu, Pelindo Regional 4 bekerja sama dengan salah satu vendor minuman kemasan untuk menghadirkan mesin minuman soda di area terminal. Menurut Iwan, fasilitas tersebut menjadi yang pertama di Indonesia dan baru tersedia di Pelabuhan Makassar.

Terkait arus mudik, Iwan menyebut puncak keberangkatan telah terjadi pada 19 Desember lalu. Sementara itu, lonjakan jumlah penumpang mudik Nataru tahun ini dibanding tahun lalu hanya berkisar 3 hingga 5 persen.

“Kami perkirakan sekitar 5 persen atau kurang lebih 53 ribu penumpang. Perkiraan ini berdasarkan data tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

Ia menilai pertumbuhan jumlah pemudik yang tidak signifikan dipengaruhi oleh diskon tiket pesawat serta faktor cuaca. Menurutnya, kondisi cuaca yang cenderung hujan dan berangin turut memengaruhi minat masyarakat menggunakan transportasi laut.

“Tahun ini harga tiket pesawat ada diskon. Ditambah faktor cuaca yang kurang bersahabat, itu sedikit banyak memengaruhi pilihan masyarakat,” tuturnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas penumpang cukup padat. Banyak pemudik datang membawa tas, koper, hingga kardus berukuran besar, bahkan sebagian menyewa jasa buruh angkut. Sejumlah penumpang juga terlihat membawa keluarga, termasuk anak-anak.

Kepadatan terlihat di area penimbangan barang bawaan, loket penukaran tiket, dan check-in. Beberapa penumpang transit tampak beristirahat dengan berbaring di lantai terminal sambil menunggu jadwal keberangkatan.

Salah satunya Odi Eko (36), pemudik asal Papua tujuan Kupang, Nusa Tenggara Timur. Ia mudik bersama istri dan tiga anaknya setelah kapal yang ditumpanginya dari Papua transit di Makassar.

“Sudah tiga tahun baru bisa mudik lagi,” ujar Odi, yang bekerja sebagai karyawan pabrik triplek di Papua.

Pemudik lainnya, Hadin (19), tujuan Labuan Bajo, NTT, mengaku baru setahun bekerja di Makassar dan memanfaatkan momen Nataru untuk pulang kampung.

“Saya kerja di Makassar baru setahun, ini mau mudik dulu,” ucapnya.

Di depan loket penimbangan barang dan penukaran tiket, berdiri Pos Terpadu Polres Pelabuhan Makassar yang baru saja ditinjau Kapolda Sulsel Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo. Ia hadir didampingi sejumlah pejabat utama Polda Sulsel, di antaranya Karo Ops Kombes Pol Bambang Widjanarko dan Kabid Propam Kombes Pol Zulham Effendy.

Adapun jadwal keberangkatan kapal di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar pada hari ini antara lain KM Ciremai tujuan Surabaya, KM Tidar tujuan Bau-bau, KM Bukit Siguntang tujuan Parepare, KM Tilongkabila tujuan Maumere, KM Dharma Ferry 3 tujuan Batulicin, serta KM Sabuk Nusantara 113 tujuan Selayar. (*)