SULSELONLINE.COM — Pemerintah Kota Makassar mulai merealisasikan rencana pembangunan Stadion Untia sebagai upaya memenuhi kerinduan masyarakat akan fasilitas olahraga yang representatif. Langkah awal diwujudkan melalui pembukaan tender Manajemen Konstruksi (MK) dengan nilai pagu sebesar Rp7 miliar.
Proses pengadaan tersebut telah tercantum dalam sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Makassar sejak 31 Desember 2025 dengan kode tender 10107750000. Paket pekerjaan yang dinamakan Belanja Modal Bangunan Gedung Tempat Olahraga ini memiliki Harga Perkiraan Sendiri (HPS) senilai Rp6.906.800.000.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar, Zuhaelsi Zubir, mengonfirmasi bahwa tahapan seleksi penyedia jasa manajemen konstruksi sedang berjalan sesuai prosedur. Penilaian tender menitikberatkan pada aspek kualitas dengan bobot teknis sebesar 80 persen dan bobot biaya 20 persen. Hal ini dilakukan guna memastikan pemenang tender memiliki kompetensi profesional yang memadai untuk mengawal proyek strategis daerah tersebut.
Berdasarkan lini masa pembangunan, tahun 2026 difokuskan pada pematangan perencanaan teknis serta penimbunan lahan. Konstruksi fisik bangunan ditargetkan mulai berjalan pada 2027, sehingga stadion diharapkan sudah dapat dioperasikan secara fungsional pada 2028. Stadion ini dirancang sebagai fasilitas modern dengan kapasitas antara 15.000 hingga 20.000 penonton.
Zuhaelsi menjelaskan bahwa dokumen Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan telah rampung pada 2025. Kajian tersebut mencakup berbagai aspek mulai dari teknis, finansial, hingga regulasi dan lingkungan. Keberadaan dokumen ini menjadi fondasi utama agar pembangunan berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang sebagai pusat pembinaan atlet sekaligus ikon wisata olahraga (sport tourism).
Terkait aspek pembiayaan, Sekretaris Daerah Makassar, Andi Zulkifli Nanda, mengungkapkan bahwa anggaran pembangunan menggunakan skema multiyears (tahun jamak) yang bersumber dari APBD murni. Estimasi total kebutuhan anggaran konstruksi fisik diperkirakan mencapai Rp500 miliar yang akan dialokasikan selama tiga tahun anggaran berturut-turut.
Meskipun mengandalkan kemampuan fiskal daerah, pemerintah kota tetap membuka peluang bagi pihak swasta atau investor untuk berkolaborasi dalam menyukseskan proyek ini. Pembangunan Stadion Untia diproyeksikan tidak hanya menjadi arena pertandingan, tetapi juga penggerak ekonomi baru di kawasan sekitar melalui penyediaan ruang publik multifungsi.(*)

Tinggalkan Balasan