SULSELONLINE.COM — Pemerintah telah menetapkan tarif tenaga listrik bagi pelanggan prabayar yang berlaku untuk periode 5 hingga 11 Januari 2026. Pelanggan PLN kini dapat melakukan pembelian token listrik dengan nominal yang bervariasi, mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 1.000.000, sesuai dengan kebutuhan konsumsi energi harian.

Dalam sistem prabayar, nominal uang yang dibayarkan pelanggan akan dikonversikan ke dalam satuan kilowatt hour (kWh). Besaran kWh yang masuk ke meteran listrik dipengaruhi oleh golongan tarif pelanggan serta besaran Pajak Penerangan Jalan (PPJ) yang ditetapkan oleh pemerintah daerah setempat.

Rincian Tarif Listrik per kWh Januari 2026

Berikut adalah rincian lengkap tarif dasar listrik yang berlaku untuk berbagai golongan pelanggan pada pekan kedua Januari 2026:

  1. Pelanggan Rumah Tangga

  • Golongan R-1/TR daya 900 VA-RTM: Rp 1.352 per kWh

  • Golongan R-1/TR daya 1.300 VA: Rp 1.444,70 per kWh

  • Golongan R-1/TR daya 2.200 VA: Rp 1.444,70 per kWh

  • Golongan R-2/TR daya 3.500-5.500 VA: Rp 1.699,53 per kWh

  • Golongan R-3/TR daya di atas 6.600 VA: Rp 1.699,53 per kWh

  1. Pelanggan Bisnis dan Industri

  • Golongan B-2/TR (6.600 VA – 200 kVA): Rp 1.444,70 per kWh

  • Golongan B-3/TM (di atas 200 kVA): Rp 1.114,74 per kWh

  • Golongan I-3/TM (di atas 200 kVA): Rp 1.114,74 per kWh

  • Golongan I-4/TT (di atas 30.000 kVA): Rp 996,74 per kWh

  1. Fasilitas Pemerintah dan Pelayanan Publik

  • Golongan P-1 (6.600 VA – 200 kVA): Rp 1.699,53 per kWh

  • Golongan P-2 (di atas 200 kVA): Rp 1.522,88 per kWh

  • Golongan P-3 (Penerangan Jalan Umum): Rp 1.699,53 per kWh

  • Golongan L/TR, TM, TT: Rp 1.644,52 per kWh

  1. Pelayanan Sosial dan Subsidi

  • Golongan S-1 (450 VA – 3.500 VA): Berada di kisaran Rp 325 hingga Rp 900 per kWh

  • Golongan S-2 (di atas 200 kVA): Rp 925 per kWh

  • Rumah Tangga Subsidi daya 450 VA: Rp 415 per kWh

  • Rumah Tangga Subsidi daya 900 VA: Rp 605 per kWh

Simulasi Perolehan kWh untuk Token Rp 50.000

Besaran listrik (kWh) yang didapatkan oleh pelanggan tidak hanya bergantung pada tarif dasar, tetapi juga dipotong oleh PPJ daerah. Sebagai contoh, di wilayah Jakarta, PPJ yang dikenakan berkisar antara 2,4 persen hingga 4 persen tergantung pada daya listrik.

Rumus perhitungan:

(Nominal Token – PPJ Daerah) : Tarif Dasar Listrik = kWh yang didapat.

Berikut adalah simulasi perolehan kWh jika pelanggan di Jakarta membeli token seharga Rp 50.000:

  • Pelanggan Daya 900 VA:

    (Rp 50.000 – Rp 1.200 PPJ) : Rp 1.352 = 36,09 kWh.

  • Pelanggan Daya 1.300 – 2.200 VA:

    (Rp 50.000 – Rp 1.200 PPJ) : Rp 1.444,70 = 33,78 kWh.

  • Pelanggan Daya 3.500 – 5.500 VA:

    (Rp 50.000 – Rp 1.500 PPJ) : Rp 1.699,53 = 28,54 kWh.

  • Pelanggan Daya 6.600 VA ke atas:

    (Rp 50.000 – Rp 2.000 PPJ) : Rp 1.699,53 = 28,24 kWh.(*)