SULSELONLINE.COM – Kabupaten Wajo menjadi salah satu daerah yang ditetapkan sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, program strategis nasional gagasan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Sekolah tersebut dibangun di Kelurahan Uraiyang, Kecamatan Majauleng, sekitar 20 kilometer dari Ibu Kota Kabupaten Wajo, Sengkang, tepatnya di jalur menuju Kawasan Pertanian Terpadu Uraiyang.

Pantauan di lokasi, Selasa (13/1/2026) siang, akses jalan menuju kawasan Sekolah Rakyat telah berupa perkerasan jalan sepanjang kurang lebih satu kilometer. Aktivitas pembangunan terlihat berlangsung intens, dengan mobil pengangkut material keluar masuk area proyek serta para pekerja yang tengah melakukan berbagai pekerjaan konstruksi.

Sekolah Rakyat di Kabupaten Wajo dibangun di atas lahan seluas 7,62 hektare dan dikerjakan oleh perusahaan konstruksi PT Waskita–FYP KSO. Di dalam kawasan proyek, sejumlah titik pancang telah terpasang dan beberapa pondasi bangunan mulai terbentuk. Fasilitas yang direncanakan cukup lengkap, meliputi gedung ibadah, asrama siswa, rumah susun guru, fasilitas olahraga, penginapan, hingga laboratorium.

Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, KB, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DINSOSP2KBP3A) Kabupaten Wajo, Jahran, mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat bertujuan memutus mata rantai kemiskinan melalui sektor pendidikan.

“Ini merupakan proyek strategis nasional untuk memutus mata rantai kemiskinan dengan memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem,” ujarnya saat ditemui di kantornya, Selasa (13/1/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat di Wajo menelan anggaran sekitar Rp246,6 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Anggarannya kurang lebih Rp246 miliar, seluruhnya berasal dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Sekolah Rakyat ini akan menyelenggarakan pendidikan jenjang SD, SMP, dan SMA. Setiap jenjang direncanakan memiliki tiga rombongan belajar, dengan kapasitas maksimal 25 siswa per kelas, sehingga total peserta didik mencapai sekitar 225 siswa.

Seluruh siswa nantinya akan tinggal di asrama dengan sistem pendidikan terpadu selama 24 jam. Fasilitas penunjang yang disiapkan mencakup sarana pendidikan yang memadai, termasuk lapangan sepak bola berstandar internasional.

Meski pembangunan fisik masih berlangsung, Kabupaten Wajo telah lebih dulu menjalankan kegiatan Sekolah Rakyat sejak Agustus 2025. Saat ini, sekitar 100 siswa telah mengikuti proses belajar, terdiri atas masing-masing 50 siswa tingkat SMP dan SMA, yang berlokasi di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Jalan Lembu, Sengkang.

Jahran menambahkan, pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Uraiyang ditargetkan rampung pada Juni 2026.

“Target penyelesaian pembangunan pada Juni 2026. Kita berharap dapat selesai tepat waktu,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Wajo, dr Baso Rahmanuddin, juga telah bertemu Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI, Robben Rico, di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Jumat (9/5/2025). Pertemuan tersebut membahas realisasi Sekolah Rakyat sebagai bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Dalam kesempatan itu, Pemkab Wajo menegaskan komitmennya mendukung pendirian Sekolah Rakyat dengan menyiapkan lahan seluas 7,62 hektare di Kecamatan Majauleng.

“Tujuan pendirian Sekolah Rakyat adalah menyediakan pendidikan gratis dan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, sekaligus memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan,” pungkasnya. (*)