MAKASSAR –  Tim SAR gabungan berhasil menemukan dua perangkat perekam penerbangan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Rabu (21/1/2026). Kedua perangkat tersebut yakni black box dan Cockpit Voice Recorder (CVR).

Black box dan CVR ditemukan masih menempel di bagian ekor pesawat dan telah berhasil dilepas oleh tim SAR untuk selanjutnya dievakuasi. Penemuan ini menjadi salah satu fokus utama dalam lanjutan operasi pencarian dan evakuasi di lokasi kejadian.

Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, membenarkan temuan tersebut. Ia mengatakan, tim SAR di lapangan menemukan dua perangkat penting yang berada di area ekor pesawat.

“Sebenarnya ada dua yang sementara teman-teman tim SAR lepas di situ, ada black box dan CVR,” ujar Andi Sultan saat ditemui di Posko Utama SAR Gabungan di Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep.

Ia menjelaskan, temuan tersebut telah dikonfirmasi dan dikoordinasikan dengan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Menurutnya, KNKT sebelumnya telah menyampaikan bahwa kedua perangkat perekam penerbangan tersebut berada di bagian ekor pesawat.

“Setelah konfirmasi dan koordinasi dengan KNKT, memang disampaikan ada dua alat di ekor pesawat, yaitu CVR dan black box, yang berfungsi merekam kondisi penerbangan,” jelasnya.

Black box merupakan perangkat vital dalam investigasi kecelakaan pesawat. Perangkat ini terdiri atas Flight Data Recorder (FDR) yang merekam data teknis penerbangan serta CVR yang merekam percakapan pilot dan suara di dalam kokpit.

Pasca-penemuan tersebut, tim SAR mengarahkan fokus pencarian ke area sekitar ekor pesawat dengan menyesuaikan kondisi medan di lapangan.

“Untuk wilayah pencarian berikutnya, kita fokuskan di sekitar bagian ekor melihat kondisi saat ini,” ujar Andi Sultan.

Operasi SAR gabungan hingga kini masih terus berlangsung. Tim SAR masih melakukan penyisiran untuk mencari delapan korban lainnya yang belum ditemukan.(*)