SULSELONLINE.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menyiapkan anggaran sebesar Rp500 juta untuk mendukung Program Layanan Cepat Atasi Kemiskinan (Lacak) pada tahun 2026. Program ini difokuskan pada pendataan lapangan guna memastikan intervensi penanggulangan kemiskinan ekstrem berjalan tepat sasaran.

Ketua Tim Lacak Kabupaten Gowa, Kaharuddin Muji, mengatakan tantangan utama dalam penanganan kemiskinan ekstrem adalah persoalan akurasi data. Menurutnya, masih terdapat keluarga miskin ekstrem yang belum terjangkau bantuan karena tidak tercatat dalam basis data resmi pemerintah.

“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan ekstrem di Gowa sebesar 0,14 persen. Namun di lapangan, kami menemukan masih terdapat ratusan keluarga yang membutuhkan perhatian dan penanganan,” ujar Kaharuddin.

Ia menjelaskan, Program Lacak merupakan kelanjutan dari program Gowa Sejahtera (Gowa Masunggu) yang dilaksanakan pada 100 hari kerja pertama Bupati dan Wakil Bupati Gowa periode 2025–2030. Melalui program ini, tim menemukan sejumlah keluarga miskin ekstrem yang belum masuk dalam data pemerintah.

“Lacak hadir untuk memastikan data lebih akurat melalui pendataan langsung ke rumah-rumah warga. Data ini akan melengkapi Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) karena berbasis pada kondisi faktual di lapangan,” tegasnya.

Pendataan dilakukan oleh relawan Sahabat Lacak yang tersebar di 18 kecamatan, 167 desa dan kelurahan, serta 675 dusun di Kabupaten Gowa. Metode yang digunakan adalah *door to door* dengan asesmen komprehensif yang mencakup aspek kesehatan, pendidikan, pekerjaan, kondisi rumah, kepemilikan identitas kependudukan, hingga riwayat penerimaan bantuan sosial.

“Data dihimpun menggunakan indikator BPS, BKKBN, dan Kementerian Sosial melalui aplikasi Si Lacak. Selanjutnya disertai rekomendasi dan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Dinas Sosial untuk ditindaklanjuti,” jelas Kaharuddin.

Sepanjang tahun 2025, Program Lacak telah mencatat sejumlah bentuk intervensi, antara lain perbaikan 23 rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan atau rekomendasi perbaikan 18 rumah, serta fasilitasi akses air bersih PDAM untuk tiga rumah. Selain itu, Lacak juga memberikan bantuan biaya pengobatan kepada 15 kepala keluarga serta bantuan modal usaha dan program Z-Mart bagi 13 kepala keluarga.

Untuk mendukung operasional program, Pemkab Gowa mengalokasikan anggaran sebesar Rp213,5 juta selama lima bulan pada 2025, serta merencanakan anggaran Rp500 juta untuk pelaksanaan selama 12 bulan pada 2026. Dana tersebut digunakan untuk mendukung operasional 867 relawan Sahabat Lacak di seluruh wilayah Kabupaten Gowa.

“Anggaran ini mencakup insentif relawan sekitar Rp100.000 per bulan, perlengkapan dan operasional lapangan, serta pelatihan dan pembekalan relawan. Dengan cakupan wilayah yang luas dan tugas pendampingan langsung kepada masyarakat, anggaran tersebut masih tergolong terbatas,” ujarnya.

Kaharuddin berharap sinergi antara pemerintah daerah dan Tim Lacak dapat terus diperkuat agar penanganan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Gowa semakin efektif dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan.(*)