JAKARTA — Pilihan mobil bertransmisi otomatis (matic) dengan harga di bawah Rp 200 juta di Indonesia masih tersedia, meski didominasi segmen Low Cost Green Car (LCGC) dan mobil listrik. Kendaraan di kelas ini tetap menjadi incaran masyarakat karena dinilai ekonomis dan praktis, khususnya untuk penggunaan di perkotaan.
Harga mobil LCGC sendiri diatur pemerintah melalui Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 36 Tahun 2021. Dalam regulasi tersebut, harga maksimal LCGC ditetapkan sebesar Rp 135 juta. Namun, produsen dapat mengajukan penyesuaian harga dalam kondisi tertentu, seperti perubahan indikator ekonomi, inflasi, nilai tukar rupiah, kenaikan harga bahan baku, penggunaan transmisi otomatis, penerapan standar emisi baru, hingga penambahan fitur keselamatan.
Dengan skema tersebut, sejumlah model LCGC bertransmisi otomatis kini dipasarkan dengan harga mendekati Rp 200 juta. Selain LCGC, beberapa mobil listrik juga masuk dalam segmen harga ini.
Berikut daftar **10 mobil matic baru di bawah Rp 200 juta** di pasar Indonesia:
1. Daihatsu Ayla 1.0 X CVT – Rp 173,1 juta
2. Daihatsu Ayla 1.2 R CVT – Rp 190,2 juta
3. Daihatsu Sigra 1.2 X AT MC – Rp 174,8 juta
4. Daihatsu Sigra 1.2 R AT MC – Rp 183 juta
5. Toyota Agya 1.2 G CVT – Rp 197,7 juta
6. Toyota Calya 1.2 G A/T Basic – Rp 193,2 juta
7. Honda Brio Satya S CVT – Rp 183,5 juta
8. Suzuki S-Presso AGS – Rp 182,6 juta
9. BYD Atto 1 Standard – Rp 199 juta
10. Seres E1 B-Type – Rp 189 juta
Dari daftar tersebut, sebagian besar merupakan mobil LCGC. Tercatat hanya tiga model yang bukan LCGC, yakni Suzuki S-Presso, BYD Atto 1, dan Seres E1. Dua di antaranya merupakan mobil listrik, sementara satu lainnya masih menggunakan mesin konvensional.
Mobil dengan harga di bawah Rp 200 juta masih menjadi tulang punggung pasar otomotif nasional. Tren transmisi otomatis juga terus meningkat. Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, menyebut minat konsumen terhadap mobil bertransmisi CVT semakin dominan, terutama di kota-kota besar.
“Khusus untuk Honda, di kota besar hampir semua konsumen mengincar transmisi otomatis,” ujarnya.(*)

Tinggalkan Balasan