SULSELONLINE.COM – Angin kencang disertai hujan deras merusak sedikitnya 16 rumah warga di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (1/2/2026). Enam rumah di antaranya berada di Kecamatan Turikale, sementara 10 rumah lainnya tersebar di wilayah Moncongloe.

Camat Turikale, Nasaruddin, mengatakan angin kencang terjadi secara tiba-tiba dan melanda sejumlah kelurahan di wilayahnya selama sekitar satu jam. Akibat kejadian tersebut, enam rumah warga mengalami kerusakan parah.

“Total ada enam rumah terdampak. Tiga rumah di Kelurahan Turikale, dua rumah di Kacang Puren, dan satu rumah di Kelurahan Boribellayya. Semuanya rusak parah, atap rumahnya terbang semua,” ujar Nasaruddin.

Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, para pemilik rumah terpaksa mengungsi ke rumah keluarga terdekat sambil menunggu bantuan dari pemerintah.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kerugian materil masih dalam proses pendataan. Warga sementara mengungsi di rumah keluarganya sambil menunggu mobilisasi bantuan dari Dinas Sosial,” jelasnya.

Kecamatan Turikale merupakan wilayah strategis yang menjadi pusat pemerintahan, ekonomi, dan pelayanan publik Kabupaten Maros. Kawasan ini juga memiliki jumlah penduduk terbanyak, yakni sekitar 48.558 jiwa berdasarkan proyeksi BPS tahun 2023. Di sisi lain, Turikale tergolong rawan bencana hidrometeorologi akibat kepadatan penduduk dan minimnya ruang resapan air di sejumlah titik.

Selain Turikale, angin kencang juga merusak 10 rumah warga di Kecamatan Moncongloe. Kepala Desa Moncongloe, Muhammad Iqbal, menyebut rumah terdampak tersebar di Dusun Panaikang, Dusun Pamanjengan, dan Perumahan Findaria Mas 2.

“Di Dusun Panaikang ada dua rumah, Dusun Pamanjengan satu rumah, dan di Perumahan Findaria Mas 2 sebanyak tujuh rumah,” kata Iqbal.

Dalam kejadian tersebut, satu orang warga dilaporkan mengalami luka. Korban merupakan seorang anak kecil dari Dusun Panaikang yang saat ini menjalani perawatan di Puskesmas setempat.

“Korban satu orang, anak kecil, sekarang berada di Puskesmas,” ujarnya.

Iqbal menambahkan, hingga kini warga terdampak masih bertahan di rumah masing-masing dan melakukan perbaikan darurat sambil menunggu bantuan. Pemerintah desa telah melaporkan kejadian ini ke pemerintah kabupaten, namun belum ada tim yang turun ke lokasi.

“Warga sementara menunggu terpal dan melakukan perbaikan seadanya. Kejadian sudah kami laporkan ke kabupaten, tapi belum ada tim yang datang,” pungkasnya.

Sementara itu, angin kencang juga menyebabkan tiga pohon tumbang di sejumlah titik, yakni di depan Kantor Samsat Maros di Jalan Manggong, Jalan Pemuda, Kecamatan Turikale, serta di Cabella, Kelurahan Boribellayya.

Sekretaris BPBD Maros, Nasrul, mengatakan tim satuan tugas langsung diterjunkan setelah menerima laporan. Namun proses evakuasi sempat terkendala kabel listrik yang ikut tertimpa pohon tumbang.

“Evakuasi sempat tertunda karena ada kabel listrik yang melintang. Kami menunggu pihak PLN mematikan aliran listrik,” katanya.

Setelah aliran listrik dipadamkan, petugas kembali melanjutkan evakuasi. Nasrul menambahkan, ukuran pohon yang besar dan rimbun membuat proses penanganan membutuhkan alat tambahan.

“Masih dibutuhkan mobil hidrolik karena pohon yang tumbang cukup besar dan rimbun,” jelasnya.(*)