SULSELONLINE.COM – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memastikan harga beras di Sulawesi Selatan dalam kondisi stabil menjelang bulan suci Ramadhan. Kepastian itu disampaikan Zulkifli Hasan usai meninjau Pasar Pabaeng-baeng di Jalan Sultan Alauddin, Makassar, Jumat (6/2/2026) pagi.

Dalam kunjungan tersebut, Zulhas didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi. Ia menyebut ketersediaan beras di Sulsel masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Harga beras stabil, menjelang Ramadhan stabil, stoknya cukup,” kata Zulhas di Makassar.

Menurutnya, stok beras di Sulawesi Selatan saat ini mencapai sekitar 500 ribu ton. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasaran.

“Stok ada 500 ribu ton, aman,” ujarnya.

Selain beras, Zulhas juga menyoroti harga sejumlah komoditas pangan lainnya yang relatif lebih murah dibandingkan wilayah Pulau Jawa. Ia menyebut harga cabai di Sulsel tergolong rendah, sementara harga ayam masih berada di bawah harga eceran tertinggi (HET).

“Stabil harganya. Yang murah sekali di sini cabai. Cabai keriting Rp 20.000, cabai besar juga Rp 20.000. Cabai rawit agak mahal sekitar Rp 50.000. Ayam masih di bawah HET, Rp 33.000 per kilogram, kalau di Jawa biasanya Rp 36.000,” jelasnya.

Zulhas menambahkan, secara umum harga pangan di Sulawesi Selatan masih berada di bawah rata-rata nasional. Ia mencontohkan harga telur yang dinilai relatif terjangkau dibandingkan daerah lain.

“Beras banyak, telur 2 kilogram Rp 55.000. Kalau di Jawa rata-rata Rp 29.000 sampai Rp 30.000 per kilogram. Jadi di sini masih di bawah rata-rata nasional,” pungkasnya.(*)