MAROS — Persibone terpaksa tetap bertanding meski hanya membawa 10 pemain saat menghadapi Makassar City pada putaran kedua Liga 4 regional Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (12/2/2026). Tim asal Bone itu kalah telak dengan skor 0-21.

Pelatih Persibone, Oggo, mengakui timnya hadir hanya untuk menghindari sanksi dari PSSI.

“Kami hadir hanya untuk menghindari sanksi saja. Kita pasrah mami bermain,” ujar Oggo kepada detikSulsel, Jumat (13/2/2026).

Pertandingan digelar di Lapangan Sepakbola Markas Batalyon Zeni Tempur 8/SMG, Desa Benteng Gajah, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros. Oggo menjelaskan, sejumlah pemain inti dan senior tidak ikut karena keterbatasan dana.

“Pemain inti dan pemain senior tidak ikut. Terkendala soal dana,” katanya.

Sejak awal laga, Persibone sudah bermain dengan 10 orang. Bahkan satu pemain cadangan kiper terpaksa diplot menjadi gelandang. Pada menit ke-30 babak pertama, salah satu pemain mendapat kartu merah saat skor sudah 7-0 untuk Makassar City.

Babak pertama berakhir dengan skor 11-0. Memasuki babak kedua, dua pemain Persibone mengalami cedera sehingga tim hanya menyisakan tujuh pemain di lapangan. Pertandingan masih dilanjutkan karena jumlah minimal pemain terpenuhi.

Namun pada menit ke-78, satu pemain kembali cedera sehingga tersisa enam pemain. Sesuai regulasi, pertandingan dihentikan dengan skor akhir 0-21 untuk kemenangan Makassar City.

Sekretaris Asprov PSSI Sulsel, Ahmadi Djafri, menyayangkan situasi yang dialami Persibone. Ia mengaku sebelumnya telah mengingatkan agar klub tidak mengikuti kompetisi jika belum siap.

“Waktu meeting itu saya sudah sampaikan ini Liga 4 tidak dipaksa, siapa saja mau ikut silakan. Karena yang ditakutkan jangan sampai mengikutkan tim hanya setengah-setengah,” ujarnya.

Ahmadi menilai kondisi Persibone saat ini berbeda dibanding beberapa musim sebelumnya, termasuk saat menjuarai Liga 3 Zona Sulsel 2022 dan tampil di Liga 3 Nasional.

“Kalau setengah-setengah daerah yang dibikin malu. Jangan digampang-gampangkan ikut kompetisi,” tegasnya.

Kekalahan telak tersebut menambah catatan buruk Persibone di Liga 4 Sulsel musim ini dan menjadi perhatian publik sepak bola daerah.(*)