SULSELONLINE.COM – Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, kabar gembira datang bagi ratusan aparatur desa di Kabupaten Maros. Sebanyak 856 aparatur desa dipastikan kembali menerima Tunjangan Hari Raya (THR) dengan total anggaran mencapai Rp1.886.800.000.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Maros, Muhammad Idrus, menyebutkan nominal tersebut sama seperti tahun sebelumnya. Anggaran bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
THR itu diperuntukkan bagi 80 kepala desa, 441 aparat desa, dan 335 kepala dusun.
Besaran yang diterima berbeda sesuai jabatan. Kepala desa memperoleh Rp3,5 juta, sekretaris desa Rp2.250.000, sedangkan aparat desa lainnya dan kepala dusun masing-masing menerima Rp2.050.000.
“Kalau BPD tidak melalui skema ini. Untuk BPD bersumber dari PAD Desa,” jelas Idrus, Kamis (26/2/2026).
Namun, ia mengakui tidak semua desa memiliki Pendapatan Asli Desa (PAD) yang memadai untuk mendukung tunjangan tambahan tersebut. Pada 2025 lalu, hanya 21 desa yang tercatat menerima PAD dari Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa).
Rp30 Miliar untuk ASN
Tak hanya aparatur desa, Pemerintah Kabupaten Maros juga menyiapkan anggaran besar untuk Tunjangan Hari Raya Aparatur Sipil Negara (ASN). Total dana yang disiapkan mencapai Rp30 miliar.
Bupati Maros, Chaidir Syam, memastikan kesiapan anggaran tersebut sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memenuhi hak ASN menjelang Lebaran.
“Kalau Peraturan Pemerintah sudah keluar, kita langsung bayarkan. Anggarannya sudah kita siapkan sebesar Rp30 miliar,” ujarnya.
Menurut Chaidir, dari sisi keuangan tidak ada kendala karena alokasi THR telah dimasukkan dalam perencanaan APBD tahun berjalan. Secara teknis, administrasi dan mekanisme pembayaran juga telah dipersiapkan agar pencairan berjalan cepat dan tepat sasaran.
Berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, THR ASN di Maros umumnya dicairkan sekitar dua minggu hingga sepekan sebelum Lebaran dan langsung ditransfer ke rekening masing-masing pegawai.
Ia juga menegaskan, jika pemerintah pusat memutuskan percepatan pencairan, Pemkab Maros siap mengikuti.
“Tidak ada masalah kalau harus cair lebih awal. Justru itu bisa membantu meningkatkan daya beli masyarakat menjelang Ramadan dan Lebaran,” jelasnya.
Dengan total puluhan miliar rupiah yang akan beredar, pencairan THR ini diharapkan bukan hanya menjadi kabar baik bagi aparatur pemerintah, tetapi juga menjadi suntikan positif bagi perputaran ekonomi daerah menjelang hari raya.(*)

Tinggalkan Balasan