LUWU — Dua keluarga awak Kapal Mussafah 2 asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, yang mengalami insiden ledakan di perairan Selat Hormuz, Iran, saling menguatkan di tengah ketidakpastian kabar.

Keluarga Chief Engineer Sirajuddin mendatangi kediaman Kapten Miswar di Kelurahan Pattedong, Kecamatan Ponrang, Senin (9/3/2026). Istri Sirajuddin, Sri Dwi Aisyah, bersama adik iparnya datang untuk berbagi dukungan sekaligus mencari informasi terbaru.

Istri Kapten Miswar, Marliani Ahmad, mengaku hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan maupun Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) terkait kondisi para kru kapal tersebut. Ia hanya menerima telepon dari KBRI Oman yang meminta alamat lengkap rumahnya untuk kebutuhan pendataan.

Marliani mengatakan kabar insiden kapal pertama kali diterima dari rekan kerja suaminya di perusahaan yang mengabarkan bahwa kapal tersebut terkena rudal. Namun hingga kini keluarga belum menerima bukti berupa foto atau video terkait kejadian tersebut.

Kapten Miswar diketahui telah bekerja sekitar 10 tahun di perusahaan pelayaran Abu Dhabi Ports sebagai kapten kapal tugboat yang bertugas memandu kapal masuk pelabuhan dan menjalankan operasi suplai di perairan sekitar.

Sementara itu, Sri Dwi Aisyah mengatakan dalam komunikasi terakhir, suaminya sempat berpamitan karena akan menarik kapal menuju Selat Hormuz dan memperingatkan bahwa komunikasi akan terputus karena tidak ada jaringan.

Keluarga kedua awak kapal kini terus memantau perkembangan dari KBRI dan berharap proses pencarian terus dilakukan hingga para kru ditemukan.

“Harapan kami semoga mereka selamat dan bisa kembali dalam keadaan baik,” ujar Sri. (*)