SULSELONLINE.COM – Berbagai spekulasi beredar terkait kondisi pemimpin baru Iran. Pernyataan resmi akhirnya muncul dari lingkaran kekuasaan Teheran. Mojtaba Khamenei disebut berada dalam kondisi aman meskipun dilaporkan mengalami cedera akibat perang yang sedang berlangsung.
Kabar tersebut disampaikan Yousef Pezeshkian, putra Presiden Iran Masoud Pezeshkian, pada Rabu (11/3/2026). Ia menyatakan bahwa Mojtaba “aman dan sehat” sekaligus meredam rumor mengenai kondisi ulama berusia 56 tahun tersebut.
Sejak ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei memang jarang terlihat di ruang publik. Ia belum menyampaikan pidato terbuka maupun tampil dalam siaran resmi, sehingga memicu berbagai spekulasi mengenai keberadaan dan kesehatannya di tengah konflik militer yang melanda kawasan.
Sejumlah laporan sebelumnya menyebut Mojtaba kemungkinan mengalami luka selama perang yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Namun hingga kini pemerintah Iran belum memberikan penjelasan rinci mengenai jenis maupun tingkat cedera tersebut.
Mojtaba Khamenei diangkat sebagai pemimpin tertinggi oleh Assembly of Experts, lembaga ulama yang memiliki kewenangan memilih pemimpin tertinggi di Iran. Penunjukan ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya jabatan tersebut berpindah langsung dari ayah kepada anak dalam sejarah Republik Islam Iran.
Ia menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap kompleks kepemimpinan Iran di Teheran pada akhir Februari lalu.
Pergantian kepemimpinan ini terjadi ketika Iran masih berada dalam situasi perang terbuka di Timur Tengah. Serangan rudal, drone, dan berbagai operasi militer terus berlangsung, memperbesar ketegangan antara Teheran, Washington, dan Tel Aviv.
Di tengah situasi tersebut, kondisi kesehatan dan keberadaan Mojtaba Khamenei menjadi sorotan baik di dalam negeri maupun di panggung internasional. Pernyataan dari keluarga presiden Iran setidaknya memberi sinyal bahwa pemimpin baru negara itu masih memegang kendali di tengah bayang-bayang konflik yang belum mereda.

Tinggalkan Balasan