MAKASSAR — Pemerintah Kota Makassar kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di sembilan titik kecamatan pada Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini dimulai pukul 09.00 Wita hingga selesai dan dipusatkan di kantor lurah serta kantor kecamatan yang menjadi lokasi pasar murah bagi masyarakat.
Program ini memberikan kesempatan kepada warga untuk membeli sejumlah kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.
Adapun sembilan titik pelaksanaan GPM tersebut berada di:
- Kecamatan Manggala – Kantor Lurah Manggala
- Kecamatan Biringkanaya – Kantor Lurah Bulurokeng
- Kecamatan Panakkukang – Kantor Lurah Tamamaung
- Kecamatan Panakkukang – Kantor Lurah Panaikang
- Kecamatan Bontoala – Kantor Lurah Timungan Lompoa
- Kecamatan Mariso – Kantor Lurah Mariso
- Kecamatan Rappocini – Kantor Lurah Kassi-Kassi
- Kecamatan Biringkanaya – Kantor Lurah Laikang
- Kecamatan Rappocini – Kantor Lurah Rappocini
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai komoditas kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Beberapa komoditas yang dijual antara lain beras SPHP seharga Rp58.000 per 5 kilogram, minyak goreng Minyak Kita Rp15.000 per liter, gula pasir Rp17.500 per kilogram, serta tepung terigu Rp9.500 per kilogram.
Program Gerakan Pangan Murah ini diinisiasi Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustik Ilham. Program tersebut mulai dilaksanakan sejak Rabu (11/3/2026) sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Makassar, Evy Aprialti, sebelumnya menyampaikan bahwa pelaksanaan pasar murah dilakukan sebagai langkah intervensi pemerintah daerah untuk menekan laju inflasi.
Ia menjelaskan, saat ini tingkat inflasi di Kota Makassar tercatat cukup tinggi, yakni mencapai 6,23 persen, sehingga diperlukan langkah konkret untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
“Saat ini inflasi di Makassar cukup tinggi, sekitar 6,23 persen. Karena itu kami berharap seluruh SKPD terkait dapat berkolaborasi untuk mengadakan pasar murah sebagai bentuk intervensi terhadap inflasi,” ujar Evy, Rabu (11/3/2026).
Menurut Evy, Dinas Perdagangan dan Perindustrian fokus menyediakan sejumlah komoditas utama yang paling dibutuhkan masyarakat, seperti beras SPHP dari Bulog, gula pasir, dan minyak goreng dengan harga yang lebih murah dibandingkan harga pasar.
Selain di wilayah daratan Kota Makassar, Pemerintah Kota Makassar juga berencana memperluas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah hingga ke wilayah kepulauan. Kegiatan serupa dijadwalkan akan dilaksanakan pada 18 Maret mendatang.
Evy menambahkan, setiap hari program ini akan menyasar beberapa titik sekaligus agar distribusi pangan murah dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai kecamatan.
Selain komoditas yang disiapkan oleh Disperdagin, sejumlah bahan pangan lain juga disediakan oleh Perumda Pasar Makassar Raya, seperti bawang merah dan telur untuk melengkapi kebutuhan pokok masyarakat.
Melalui program ini, Pemerintah Kota Makassar berharap harga bahan pokok dapat tetap stabil hingga Lebaran sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan biaya yang lebih terjangkau.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan salah satu langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga menjelang hari besar keagamaan.
Pemerintah Kota Makassar menargetkan seluruh kecamatan dapat merasakan manfaat pangan murah selama 10 hari terakhir Ramadan.
“Kita berharap gerakan pangan murah ini bisa lebih merata dan masyarakat tidak terbebani oleh kenaikan harga yang biasanya terjadi menjelang hari besar keagamaan,” ujarnya.
Melalui program tersebut, pemerintah berharap dapat membantu meringankan beban pengeluaran masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga bahan pokok di Kota Makassar hingga menjelang Idulfitri. (*)

Tinggalkan Balasan