SULSELONLINE.COM – FIFA Series 2026 menjadi salah satu agenda internasional yang menarik perhatian publik sepak bola. Turnamen ini hadir dengan konsep berbeda, menghadirkan format yang unik dan tidak konvensional dibanding ajang persahabatan pada umumnya.

Indonesia mendapat kehormatan sebagai tuan rumah, dengan seluruh pertandingan digelar di Stadion Gelora Bung Karno. Momen ini menjadi panggung penting bagi Timnas Indonesia untuk menunjukkan perkembangan mereka di level internasional.

Empat negara ambil bagian dalam seri ini, yakni Indonesia, Bulgaria, St. Kitts and Nevis, dan Kepulauan Solomon. Keempat tim berasal dari konfederasi berbeda, mencerminkan tujuan utama FIFA untuk mempertemukan tim dari berbagai belahan dunia dalam satu ajang lintas konfederasi.

Meski berstatus laga uji coba, atmosfer kompetisi tetap terasa kuat. Setiap pertandingan dirancang menghasilkan pemenang, sehingga tidak ada ruang untuk hasil imbang yang kerap terjadi dalam laga persahabatan biasa.

FIFA Series 2026 menggunakan format Final Four. Empat tim bertanding dalam sistem gugur yang terdiri dari semifinal, final, dan perebutan tempat ketiga. Semua laga dimainkan dalam satu pertandingan tanpa sistem kandang dan tandang.

Aturan paling mencolok adalah dihapuskannya hasil imbang. Jika skor berakhir sama dalam waktu normal, pertandingan langsung dilanjutkan ke adu penalti tanpa melalui perpanjangan waktu. Kebijakan ini membuat setiap laga lebih tegas dan memaksa tim tampil efektif sejak menit awal.

Meski menggunakan format turnamen mini, FIFA Series bukan ajang kompetitif resmi. Tidak ada trofi atau gelar juara yang diperebutkan. Namun, setiap hasil tetap berpengaruh terhadap peringkat dunia FIFA, sehingga nilai kompetitifnya tetap tinggi.

Selain itu, ajang ini menjadi ruang eksperimen bagi pelatih untuk menguji taktik baru sekaligus memberi pengalaman internasional bagi para pemain. Bagi Indonesia, kesempatan menghadapi tim dari Eropa, CONCACAF, dan Oseania menjadi pengalaman berharga sekaligus sarana pembelajaran.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyebut FIFA Series sebagai ajang untuk mengukur perkembangan tim selama masa persiapan. Ia menilai proses yang dijalani telah menunjukkan kemajuan signifikan.

“Kemenangan di lapangan memang penting, tetapi kami juga sudah meraih banyak ‘kemenangan’ dalam proses ini,” ujar Herdman.
“Kami berhasil membangun budaya kerja baru, menyatukan staf lokal dan internasional, serta membawa pemain baru,” tambah mantan pelatih Timnas Kanada tersebut.

Laga Indonesia vs St. Kitts and Nevis akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno pada Jumat, 27 Maret 2026 pukul 20.00 WIB dan disiarkan langsung di Indosiar.(*)