SULSELONLINE.COM – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyoroti maraknya keberadaan gudang di dalam kota yang dinilai semakin tidak terkendali. Ia menegaskan, penataan aktivitas pergudangan kini menjadi prioritas utama Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.
Menurutnya, keberadaan gudang di kawasan permukiman telah memicu berbagai persoalan, mulai dari kemacetan hingga keresahan warga akibat aktivitas logistik yang tidak tertata.
“Gudang dalam kota ini harus kita tertibkan secara serius,” tegas Munafri, Selasa (7/4/2026).
Ia mengungkapkan, masih banyak aktivitas pergudangan yang luput dari pengawasan, bahkan beroperasi tanpa kejelasan administratif. Kondisi ini, kata dia, bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut ketertiban dan wajah kota secara keseluruhan.
“Ini bukan sekadar masalah teknis, tapi menyangkut ketertiban kota,” ujarnya.
Salah satu persoalan yang paling disorot adalah maraknya parkir liar kendaraan logistik. Kendaraan ekspedisi kerap memadati badan jalan hingga masuk ke lorong-lorong permukiman warga.
“Sering kali mobil logistik diparkir sembarangan dan mengganggu warga,” katanya.
Praktik tersebut dinilai menjadi pemicu kemacetan di sejumlah titik. Munafri pun menegaskan, aktivitas pergudangan tanpa izin dan pengaturan yang jelas tidak boleh lagi dibiarkan.
“Tidak boleh ada lagi aktivitas seperti ini tanpa izin,” tegasnya.
Untuk itu, ia meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Makassar bertindak tegas dan berkolaborasi dalam melakukan penertiban.
“Dishub dan Satpol PP harus bergerak bersama,” ujarnya.
Selain penindakan, Munafri juga menekankan pentingnya penguatan peran aparat kewilayahan. Camat dan lurah diminta aktif mengawasi seluruh aktivitas pergudangan di wilayah masing-masing.
“Camat dan lurah harus tahu persis apa yang terjadi di wilayahnya,” katanya.
Ia menegaskan, aparat di tingkat wilayah tidak hanya berfungsi secara administratif, tetapi juga harus mampu menjadi problem solver yang responsif terhadap persoalan di lapangan.
“Harus jadi problem solver yang responsif,” imbuhnya.
Munafri juga mengingatkan bahwa seluruh aktivitas usaha, termasuk pergudangan dan logistik, wajib terdata dan memiliki legalitas yang jelas.
“Pastikan semua sesuai aturan dan memiliki legalitas,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia mendorong penguatan koordinasi lintas sektor serta respons cepat terhadap laporan masyarakat.
“Jangan ada laporan yang diabaikan,” katanya.
Di sisi lain, Munafri turut menekankan pentingnya pembenahan sistem kerja pemerintahan. Ia menolak pola kerja yang bersifat individual dan menekankan pentingnya kerja tim dengan pembagian tugas yang jelas.
“Ini kerja tim, harus ada pembagian tugas yang jelas,” ujarnya.
Selain penataan kota, perhatian juga diarahkan pada kebersihan lingkungan. Program Jumat Bersih diminta terus dijalankan secara konsisten dengan melibatkan peran aktif RT dan RW.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot Makassar berencana memberikan penghargaan kepada kelurahan terbersih dan terbaik.
“Insya Allah diumumkan November dengan hadiah yang fantastis,” pungkasnya.(*)

Tinggalkan Balasan