SULSELONLINE.COM – Pemerintah tengah mengkaji skema baru penyelenggaraan ibadah haji tanpa antrean sebagai respons atas panjangnya daftar tunggu di Indonesia.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan wacana tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum menjadi keputusan final. “Presiden ingin ada konsep haji tanpa antrean, dan itu sedang kami formulasikan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Menurut Dahnil, antrean panjang terjadi karena tingginya minat masyarakat yang tidak sebanding dengan kuota terbatas. Selain itu, sistem pengelolaan keuangan haji mendorong masyarakat mendaftar lebih awal sehingga daftar tunggu terus bertambah.
Pemerintah kini mengkaji model yang lebih fleksibel, salah satunya mekanisme seperti pembelian tiket langsung berdasarkan kuota dari Arab Saudi. Dengan skema ini, calon jemaah bisa langsung berangkat sesuai ketersediaan kuota tanpa harus menunggu lama.
Meski demikian, pemerintah tetap mempertimbangkan perlindungan bagi sekitar 5,7 juta calon jemaah yang sudah lebih dulu masuk daftar tunggu. “Ini yang sedang kami godok agar tetap adil bagi semua,” kata Dahnil.
Ia menambahkan, konsep tersebut masih terus dimatangkan untuk menjawab arahan Presiden sekaligus menjaga prinsip keadilan dalam penyelenggaraan ibadah haji di Indonesia.(*)

Tinggalkan Balasan