MAROS — Perumda Air Minum PDAM Tirta Bantimurung, Kabupaten Maros, mencatat laba bersih sebesar Rp928 juta pada tahun buku 2024.

Laporan keuangan tersebut diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Maros dalam Rapat Kuasa Pemilik Modal yang digelar di ruang rapat Sekretaris Daerah Maros, Kecamatan Turikale, Selasa (5/5/2026). Rapat itu dihadiri Bupati Maros, Chaidir Syam, bersama Direktur PDAM Maros, Muh Shalahuddin.

Direktur PDAM Maros, Muh Shalahuddin, menyampaikan bahwa laporan keuangan tersebut telah diaudit oleh kantor akuntan publik dan kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Tahun ini kami mencatat laba bersih Rp928 juta setelah pajak,” ujarnya usai rapat.

Ia menjelaskan, capaian tersebut mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2023, laba PDAM Maros tercatat sekitar Rp380 juta.

“Kalau dibandingkan tahun lalu, ada kenaikan yang cukup signifikan,” tambahnya.

Menurutnya, peningkatan laba dipengaruhi oleh penyesuaian tarif yang mulai diberlakukan pada 2024 serta meningkatnya kontribusi pelanggan terhadap pendapatan perusahaan.

Meski mencatatkan laba, besaran dividen yang akan disetor ke kas daerah belum ditetapkan. Dalam Peraturan Daerah, pembagian dividen diatur maksimal sebesar 35 persen dari laba bersih.

Selain itu, PDAM Maros juga mengusulkan peningkatan kapasitas produksi di tiga Instalasi Pengolahan Air (IPA), masing-masing berlokasi di Bantimurung, Tanralili, dan Pattontongan.

Sementara itu, Bupati Maros, Chaidir Syam, menyatakan pihaknya akan mengevaluasi laporan tersebut secara menyeluruh.

“Laporan ini akan kami pelajari, termasuk rencana dividen dan pengembangan pelayanan,” singkatnya. (*)