SULSELONLINE.COM – SMAN 14 Bandar Lampung mencatat prestasi membanggakan pada tahun 2026. Seluruh siswa kelas XII yang berjumlah 284 orang berhasil diterima di berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) melalui beragam jalur seleksi. Capaian ini membuat tingkat kelulusan ke PTN sekolah tersebut mencapai 100 persen.

Keberhasilan tersebut bukanlah hasil yang diraih dalam waktu singkat. Di balik pencapaian itu terdapat proses panjang yang dimulai sejak sekolah tersebut ditetapkan sebagai Sekolah Penggerak pada 2021.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMAN 14 Bandar Lampung, Hanifah, mengatakan transformasi yang dilakukan sekolah selama beberapa tahun terakhir menjadi kunci utama keberhasilan para siswa.

“Ini bukan hasil instan. Ada proses panjang yang melibatkan kepala sekolah, guru, wali kelas, guru BK, tenaga kependidikan, orang tua, dan tentu saja kerja keras para siswa,” ujarnya saat diwawancarai dalam program Saksi Kata, Selasa (2/6/2026).

Sebagai salah satu dari dua SMA negeri di Bandar Lampung yang masuk Program Sekolah Penggerak, SMAN 14 melakukan berbagai pembenahan, mulai dari peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan kompetensi guru, pendampingan siswa, hingga pembinaan prestasi secara berkelanjutan.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil signifikan. Pada 2025, SMAN 14 mulai dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan di Bandar Lampung dengan berbagai prestasi akademik maupun nonakademik. Setahun kemudian, sekolah itu berhasil mengantarkan seluruh lulusannya ke perguruan tinggi negeri.

Pendampingan Intensif Sejak Kelas X

Menurut Hanifah, salah satu strategi yang diterapkan adalah pendampingan karier dan akademik sejak siswa duduk di bangku kelas X.

Melalui guru Bimbingan Konseling (BK), siswa dibantu mengenali minat, bakat, serta jurusan kuliah yang sesuai dengan potensi masing-masing. Pendampingan semakin intensif saat siswa memasuki kelas XII.

Selain itu, sekolah menyediakan program pendampingan prestasi yang terintegrasi dengan kegiatan pembelajaran. Siswa mendapatkan materi tambahan untuk menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) maupun Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Sekolah juga membentuk tim khusus yang bertugas menyusun soal latihan, memantau perkembangan siswa, serta melakukan evaluasi berkala.

“Semua sudah terprogram. Ada tim penyusun soal, monitoring dari manajemen sekolah, dan evaluasi rutin sehingga perkembangan siswa dapat terus dipantau,” jelas Hanifah.

Ia menambahkan, guru BK dan wali kelas turut berperan aktif membantu siswa menentukan pilihan perguruan tinggi dan program studi yang sesuai dengan kemampuan akademik serta peluang kelulusan.

“Kami terus mendampingi siswa agar tidak salah strategi saat memilih kampus dan jurusan. Tujuannya tentu untuk meningkatkan peluang mereka diterima,” katanya.

Lolos Melalui Berbagai Jalur Seleksi

Keberhasilan 284 siswa tersebut tersebar melalui sejumlah jalur penerimaan perguruan tinggi.

Jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) meloloskan 70 siswa, sementara Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) mengantarkan 54 siswa ke PTN pilihan mereka.

Jalur SPAN-PTKIN menjadi penyumbang terbesar dengan 153 siswa yang diterima di perguruan tinggi keagamaan negeri. Selain itu, tujuh siswa berhasil lolos melalui jalur prestasi.

Kampus Tujuan Beragam

Lulusan SMAN 14 Bandar Lampung diterima di sedikitnya 14 perguruan tinggi negeri di berbagai daerah.

Jumlah terbanyak diterima di UIN Raden Intan Lampung dengan 150 siswa, disusul Universitas Lampung (Unila) yang menerima 112 siswa melalui jalur SNBP dan SNBT.

Selain itu, para lulusan juga berhasil menembus sejumlah kampus ternama seperti Institut Teknologi Sumatera (Itera), Politeknik Negeri Lampung (Polinela), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Surabaya, hingga Universitas Udayana Bali.

Beberapa siswa bahkan diterima di perguruan tinggi luar daerah seperti IAIN Langsa Aceh dan Poltekkes Yogyakarta.

Bukti Transformasi Sekolah

Meski mencatatkan hasil sempurna, pihak sekolah tidak ingin terlena oleh euforia keberhasilan tersebut. Prestasi ini justru dijadikan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan pada tahun-tahun mendatang.

“Yang terpenting bukan euforianya, tetapi bagaimana capaian ini bisa dipertahankan bahkan ditingkatkan di masa depan,” ujar Hanifah.

Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa sekolah yang sebelumnya tidak terlalu diperhitungkan mampu bertransformasi menjadi sekolah unggulan melalui visi yang jelas, kerja sama yang solid, dan komitmen untuk terus berkembang.

“Alhamdulillah, kami bersyukur atas capaian ini. Ini menjadi bukti bahwa cita-cita menjadikan SMAN 14 sebagai sekolah yang mampu bersaing dengan sekolah-sekolah unggulan di Bandar Lampung mulai terwujud,” tutupnya.(*)