MAROS – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Maros mengamankan sebanyak 122 ekor ular sepanjang Januari hingga Juni 2026. Dari jumlah tersebut, enam ekor di antaranya merupakan ular kobra yang dikenal memiliki bisa berbahaya.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Informasi dan Pengolahan Data Damkar Maros, M. Ilham Halimsyah, mengatakan laporan kemunculan ular paling banyak berasal dari Kecamatan Tanralili.

Mantan Lurah Bontoa Mandai itu menyebutkan, Tanralili menjadi wilayah dengan tingkat temuan ular tertinggi selama enam bulan terakhir. Selain itu, petugas Damkar juga beberapa kali melakukan evakuasi ular di Kecamatan Bantimurung dan Mandai.

“Kalau data yang kami terima, paling banyak itu di Tanralili. Kemudian kemarin juga ada beberapa yang kita amankan di Bantimurung dan Mandai,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, meningkatnya kemunculan ular di kawasan permukiman diduga berkaitan dengan kondisi cuaca panas yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Perubahan suhu lingkungan dinilai dapat memengaruhi habitat alami ular sehingga hewan melata tersebut keluar dari sarangnya untuk mencari tempat yang lebih sejuk.

“Barangkali juga ada kaitannya dengan kondisi cuaca panas. Bisa jadi karena habitatnya terganggu atau kondisi tanah yang lebih panas dari biasanya, sehingga ular keluar mencari tempat yang lebih sejuk,” katanya.

Selain faktor cuaca, ular juga kerap keluar dari habitatnya untuk mencari sumber makanan. Berkurangnya ketersediaan mangsa di alam liar maupun perubahan kondisi lingkungan menjadi salah satu penyebab ular memasuki kawasan permukiman warga.

“Selain itu, ular juga keluar karena mencari mangsa. Jadi memang ada beberapa faktor yang mempengaruhi,” tambahnya.

Ia menegaskan, setiap laporan masyarakat terkait kemunculan ular selalu ditindaklanjuti oleh petugas Damkar. Tim rescue akan diterjunkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan mengamankan ular agar tidak membahayakan warga sekitar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Maros, Jufri, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kemunculan ular, terutama saat musim panas.

Mantan Kasatpol PP Maros itu meminta warga yang tinggal di sekitar area kebun, semak belukar, maupun lahan dengan vegetasi lebat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas. Menurutnya, kawasan tersebut sering menjadi tempat persembunyian ular sebelum masuk ke lingkungan permukiman.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada, terutama saat beraktivitas di area yang rawan menjadi tempat persembunyian ular seperti kebun, semak, atau tumpukan barang di sekitar rumah,” tuturnya.

Damkar Maros juga mengingatkan warga untuk segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan ular di lingkungan sekitar, serta tidak mencoba menangkap atau mengusirnya sendiri guna menghindari risiko gigitan yang dapat membahayakan keselamatan.(*)