SULSELONLINE.COM — Bupati Maros Chaidir Syam memberikan apresiasi kepada Jumariah, peserta haji asal Kecamatan Tanralili, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan yang menjadi sorotan dunia setelah ditetapkan sebagai Ikon Haji 2026. Apresiasi tersebut diungkapkan Bupati Maros di sela kehadirannya di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (11/6).
Nenek Jumariah bersama 386 jemaah haji asal Kabupaten Maros yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 14 tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kamis, 11 Juni 2026.
Kedatangan ratusan jemaah tersebut disambut Bupati Maros, Chaidir Syam, Wakil Bupati Maros, Muetazim Mansyur serta Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Maros, Ahmad Ihyadin.
Kedatangan para jemaah turut menarik perhatian para penjemput dan pengguna jasa bandara.
Sejumlah jemaah perempuan tampak mengenakan busana berwarna cerah dengan hiasan payet dan aksesori berkilau atau yang dikenal masyarakat sebagai busana “bling-bling” khas kepulangan haji.
Sementara itu, para jemaah laki-laki terlihat mengenakan jubah dan serban yang masih dikenakan sejak perjalanan pulang dari Arab Saudi.
Tak sedikit pula jemaah yang menenteng berbagai oleh-oleh khas tanah suci salah satunya boneka unta.
Bupati Maros, Chaidir Syam mengatakan Kloter 14 merupakan kloter utuh yang seluruh jemaahnya berasal dari Kabupaten Maros.
Ia menjelaskan jumlah jemaah dalam kloter tersebut sebanyak 387 orang, terdiri dari 127 laki-laki dan 260 perempuan. Seluruh jemaah berhasil kembali ke tanah air dalam keadaan selamat.
Mantan Ketua DPRD Maros itu menyebut secara umum kondisi kesehatan para jemaah cukup baik. Meski demikian, terdapat beberapa jemaah yang membutuhkan bantuan kursi roda saat turun dari pesawat akibat faktor usia dan kelelahan setelah perjalanan panjang.
“Kita pantau langsung saat mereka turun dari pesawat. Ada beberapa yang menggunakan kursi roda, mungkin sekitar lima sampai tujuh orang,” katanya.

Tinggalkan Balasan