MAROS – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Maros masih menghadapi keterbatasan armada untuk menjangkau seluruh wilayah pelayanan, khususnya di kawasan pegunungan.
Keterbatasan armada paling dirasakan di Kecamatan Camba, Cenrana, Mallawa, dan Tompobulu. Saat ini, tiga kecamatan yakni Camba, Cenrana, dan Mallawa hanya dilayani satu unit mobil pemadam yang disiagakan di Sektor Camba. Sementara itu, wilayah pegunungan Tompobulu masih mengandalkan armada dari Sektor Moncongloe maupun Tanralili.
Kepala Dinas Damkar Maros, Jufri, mengatakan Damkar Maros saat ini memiliki enam sektor pelayanan, yaitu Bantimurung, Camba, Bontoa, Tanralili, Moncongloe, dan Marusu, serta satu Markas Komando (Mako) di Kecamatan Turikale.
Secara keseluruhan, Damkar Maros hanya memiliki 12 unit armada yang tersebar di sejumlah sektor pelayanan.
“Idealnya setiap kecamatan memiliki armada sendiri. Saat ini kami hanya punya 12 armada yang terbagi di beberapa sektor. Kami masih membutuhkan tambahan tiga mobil pemadam dan satu mobil rescue untuk mendukung pelayanan sekaligus kegiatan edukasi kepada masyarakat,” kata Jufri, Jumat (26/6/2026).
Keterbatasan tersebut mendorong Pemerintah Kabupaten Maros mengajukan bantuan hibah kendaraan pemadam kebakaran dan alat pelindung diri (APD) kepada Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Usulan tersebut dibahas langsung Bupati Maros Chaidir Syam bersama Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur saat bertemu jajaran Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri di Jakarta.
Rombongan Pemkab Maros turut didampingi Kepala Dinas Damkar Maros, Sekretaris Dinas Damkar, serta operator jabatan fungsional pemadam kebakaran.
Dalam pertemuan itu, selain mengusulkan hibah kendaraan pemadam kebakaran dan bantuan APD, Pemkab Maros juga membahas pembentukan relawan kebakaran dan penyelamatan di tingkat desa dan kelurahan, serta penyusunan Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran dan Penyelamatan (RISPK).
Bupati Maros Chaidir Syam mengatakan penguatan sektor kebakaran merupakan kebutuhan yang tidak bisa lagi ditunda. Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat harus ditopang oleh sarana dan prasarana yang memadai.
“Kami berharap ada dukungan dari pemerintah pusat melalui bantuan hibah kendaraan dan perlengkapan damkar untuk meningkatkan kapasitas pelayanan di Kabupaten Maros,” ujarnya.
Selain pengadaan armada, Pemkab Maros juga menyatakan kesiapan membentuk relawan kebakaran dan penyelamatan di seluruh desa dan kelurahan. Sebanyak sekitar 200 relawan direncanakan akan dibentuk dan dikukuhkan oleh Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri.
Sekretaris Dinas Damkar dan Penyelamatan Maros, Muhammad Jalaluddin Roem Nurdin, berharap usulan hibah tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan armada dan peralatan yang hingga kini belum dapat dipenuhi melalui APBD.
“Kami berharap kebutuhan armada dan perlengkapan pemadam kebakaran mendapat dukungan dari Kemendagri sehingga pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan