Maros – Pemerintah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, akan memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-67 Kabupaten Maros pada 4 Juli 2026 secara sederhana. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang diisi berbagai kegiatan besar, peringatan kali ini hanya dirangkaikan dengan rapat paripurna, zikir dan doa bersama, serta jalan santai.
Bupati Maros, Chaidir Syam, mengatakan penyederhanaan rangkaian peringatan hari jadi daerah tersebut merupakan dampak dari kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah.
“Perayaan tahun ini memang dibuat sederhana karena menyesuaikan dengan kondisi efisiensi anggaran,” ujar Chaidir.
Selama menjabat sebagai Bupati Maros sejak Februari 2021, Chaidir telah enam kali memperingati HUT Kabupaten Maros. Namun, baru tahun ini perayaan hari jadi berlangsung dengan konsep yang jauh lebih sederhana.
Padahal, pada HUT ke-66 Maros tahun lalu, Pemkab masih menggelar Festival Budaya Gau Maraja Leang-Leang yang berlangsung pada 3–5 Juli 2025 di Taman Arkeologi Leang-Leang dan Lapangan Pallantikang. Festival tersebut dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi, serta berbagai tamu dari luar daerah.
Tahun ini, pemerintah daerah tidak lagi mengundang menteri. Tamu kehormatan yang dijadwalkan hadir hanya Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.
Menurut Chaidir, gubernur dijadwalkan menghadiri rapat paripurna HUT Maros sekaligus melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan jembatan kembar di kawasan Pasar Sentral Maros pada Selasa (7/7/2026).
“Bapak Gubernur langsung hadir. Sebelum rapat paripurna, insyaallah beliau akan melakukan groundbreaking pembangunan jembatan kembar Kabupaten Maros,” katanya.
Berbeda dari tahun sebelumnya yang digelar di Lapangan Pallantikang secara terbuka, rapat paripurna HUT ke-67 Maros kali ini dilaksanakan di ruang rapat DPRD Maros. Lokasi dipilih karena jumlah undangan dibatasi.
Sekretaris DPRD Maros, Kartono, mengatakan rapat paripurna hanya dihadiri sekitar 300 undangan yang terdiri atas gubernur, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala desa, dan lurah.
“Tidak seperti biasanya. Jadi seperti rapat paripurna biasa, hanya saja dihadiri Pak Gubernur,” ujar Kartono.
Pemkab Maros juga tidak mengundang 20 bupati dan tiga wali kota di Sulawesi Selatan, berbeda dengan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV Tingkat Sulsel pada April 2026 yang dihadiri gubernur dan sejumlah kepala daerah.
Anggaran pelaksanaan rapat paripurna pun relatif kecil, yakni sekitar Rp52 juta. Dengan jumlah undangan sekitar 300 orang, anggaran tersebut setara sekitar Rp173 ribu per peserta.
Selain rapat paripurna, rangkaian HUT Maros diawali dengan zikir dan doa bersama pada Sabtu (4/7/2026) pagi.
“Kita doakan semoga Maros lebih sejahtera,” kata Chaidir.
Sehari berikutnya, Minggu (5/7/2026), pemerintah daerah menggelar jalan santai di kawasan Car Free Day dan mengajak masyarakat ikut memeriahkan hari jadi Kabupaten Maros.
“Di hari Ahad kita akan melaksanakan jalan santai di area Car Free Day. Kita berharap masyarakat juga bergabung bersama-sama jalan santai,” ujar mantan Ketua DPRD Maros itu.
Perayaan HUT Maros tahun ini kontras dengan sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, misalnya, menggelar panggung hiburan gratis dalam rangka HUT ke-23 daerah tersebut pada Juni 2026 dengan menghadirkan musisi Juan Reza dan grup band Repvblik yang menyedot ribuan warga dari berbagai wilayah di Luwu Raya.
Dari sisi kinerja keuangan, realisasi pendapatan daerah Kabupaten Maros pada 2025 mencapai Rp1,629 triliun atau 98,40 persen dari target Rp1,656 triliun. Sementara Kabupaten Luwu Timur merealisasikan pendapatan daerah sebesar Rp1,94 triliun atau 91,39 persen dari target Rp2,12 triliun.(*)

Tinggalkan Balasan