Palu – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang Kabupaten Buol, Sulawesi Tengah, pada Minggu (12/7/2026) malam. Guncangan yang dirasakan warga memicu kepanikan sehingga banyak warga memilih mengungsi ke daerah yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah, Asbudianto, mengatakan warga mengungsi karena khawatir terjadi gempa susulan.”Saat ini warga mengungsi ke daerah yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi akibat kepanikan setelah gempa terjadi,” kata Asbudianto dalam laporannya di Palu, Minggu malam, dikutip dari Republika.co.id.
Saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Buol bersama Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Provinsi Sulawesi Tengah masih melakukan asesmen di lokasi terdampak.
BPBD menyatakan jumlah warga terdampak, pengungsi, korban, maupun kebutuhan mendesak masih dalam proses pendataan. Selain memicu kepanikan, gempa juga menyebabkan aliran listrik padam di sejumlah wilayah di Kabupaten Buol.
Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tektonik tersebut terjadi pada pukul 20.46 WIB atau 21.46 WITA.
Episenter gempa berada di koordinat 1,31 derajat Lintang Utara dan 121,36 derajat Bujur Timur, atau sekitar 37 kilometer di timur laut Buol, Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 21 kilometer.
BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Meski demikian, masyarakat diminta tetap tenang, tidak mudah panik, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar hanya mengikuti informasi resmi yang dikeluarkan pemerintah maupun BMKG serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.(*)

Tinggalkan Balasan