MAROS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros, Sulawesi Selatan, memprioritaskan pembangunan infrastruktur yang inklusif guna memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses yang setara terhadap layanan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, serta peluang ekonomi.

Bupati Maros, HAS Chaidir Syam, mengatakan komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan daerah.

“Salah satu fokus utama kami adalah mempertahankan status Universal Health Coverage (UHC) agar seluruh masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang mudah, cepat, dan berkualitas,” kata Chaidir Syam di Maros, Kamis.

Menurutnya, keberlanjutan program UHC menjadi salah satu indikator penting dalam mewujudkan Kabupaten Maros yang inklusif, di mana seluruh warga memiliki akses yang sama terhadap pelayanan kesehatan.

“Harapan kami, Kabupaten Maros tetap menjadi daerah yang inklusif. Karena itu, masyarakat harus terus mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik,” ujarnya.

Selain sektor kesehatan, Pemkab Maros juga terus mempercepat pembangunan infrastruktur sebagai penopang aktivitas ekonomi masyarakat.

Sepanjang 2025, Pemkab Maros telah merehabilitasi 30 jaringan irigasi untuk mendukung produktivitas sektor pertanian. Pemerintah daerah juga melanjutkan pembangunan dan perbaikan sejumlah ruas jalan sesuai dengan skala prioritas pembangunan.

Chaidir menegaskan, berbagai aspirasi masyarakat terkait pembangunan terus menjadi perhatian pemerintah daerah. Namun, pelaksanaannya tetap disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan anggaran, dan skala prioritas agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.

Menurutnya, pembangunan yang inklusif tidak hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur fisik, tetapi juga memastikan setiap warga memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses layanan publik dan menikmati hasil pembangunan.(*)