SULSELONLINE.COM, MAROS – Pemerintah Kabupaten Maros menyalurkan bantuan air bersih untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan akibat fenomena El Nino.

 

Penyaluran air bersih ini ditandai dengan acara pelepasan armada di Lapangan Pallantikang Maros, Selasa 11 Agustus 2026.

 

Langkah ini difokuskan untuk mengatasi krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah khususnya di daerah pesisir.

 

Bupati Maros, Chaidir Syam, menjelaskan bahwa penyaluran ini menargetkan ribuan keluarga yang tersebar di wilayah zona merah dan zona kuning.

 

“Alhamdulillah hari ini kita melepas bantuan air bersih untuk kondisi El Nino ini, khusus untuk air bersih,” ujarnya.

 

Penyaluran bantuan air bersih ini menargetkan 6.738 Kepala Keluarga di empat kecamatan zona merah, yaitu Bontoa, Lau, Maros Baru, dan Marusu, serta empat kecamatan zona kuning yang meliputi Turikale, Moncongloe, Tanralili, dan Mandai.

 

Guna memastikan pendistribusian berjalan lancar, pemerintah daerah mengerahkan belasan armada tangki setiap harinya.

 

“Setiap hari minimal 16 tangki, 5.000 liter. Nah, sampai kondisinya insya Allah normal, Oktober,” katanya.

 

Pengoperasian armada ini merupakan bentuk kolaborasi lintas instansi, selain dari BPBD, juga ada PMI, PDAM, termasuk pengerahan armada dari Damkar dan dukungan dari Gugus Tugas.

 

Terkait pembiayaan operasional, Chaidir Syam menyebutkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan alokasi dana awal yang diambil dari anggaran belanja tidak terduga (BTT).

 

“Untuk awal ini kita siapkan 160 juta untuk penyaluran air bersih,” katanya.

 

Ia menambahkan bahwa nilai anggaran tersebut bersumber dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dan dapat bertambah sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

 

Selain penanganan pasokan air bersih, Pemerintah Kabupaten Maros juga menyiapkan langkah antisipasi untuk sektor pertanian dan fasilitas publik.

 

Mengenai dampak kekeringan pada lahan pertanian, Chaidir Syam menyampaikan bahwa tim khusus telah diterjunkan untuk melakukan pendataan.

 

“Nah, itu ada Satgas-nya tersendiri. Ada Satgas kekeringan pertanian itu sudah di-report. Dan itu bisa langsung kita informasikan ke provinsi ataupun ke pusat,” jelasnya.

 

Sementara itu, untuk mencegah potensi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) lsampah, pemerintah daerah menyiagakan satu unit armada pemadam yang bertugas melakukan penyiraman rutin setiap hari.