SULSELONLINE.COM — Dzulfikar Ahmad Tawalla adalah mantan aktivis kampus yang tidak melupakan almamaternya. Pria kelahiran Gowa, 28 April 1987, yang dulu menempuh pendidikan di Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar ini, kini mengemban amanah sebagai Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
Meski kini telah berkiprah di panggung nasional, mantan aktivis mahasiswa tersebut tetap menaruh perhatian besar pada almamaternya. Teranyar, Dzulfikar menyalurkan bantuan total senilai Rp200 juta untuk mendukung percepatan pembangunan Gedung Pusat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Unismuh Makassar.
Bantuan tahap kedua senilai Rp100 juta diterima langsung oleh pengurus DPP IKA Unismuh Makassar pada Jumat (2/10/2026), melengkapi donasi tahap pertama sebesar Rp100 juta yang telah diserahkan sebelumnya.

Apresiasi dan Energi Baru Pembangunan

Ketua Umum DPP IKA Unismuh Makassar, Prof. Dr. Andi Sukri Syamsuri (Prof Andis), menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian nyata yang ditunjukkan sang Wakil Menteri. Menurutnya, kontribusi tersebut menjadi dorongan moral dan finansial bagi organisasi untuk menyelesaikan “rumah besar” alumni Unismuh.
“Pak Wamen, Bapak Dzulfikar Ahmad Tawalla, sudah dua kali memberikan bantuan untuk pembangunan Gedung Alumni. Tahap pertama Rp100 juta dan hari ini kami kembali menerima bantuan tahap kedua Rp100 juta. Jadi, total kontribusi beliau sudah Rp200 juta,” ujar Prof Andis.
Prof Andis menegaskan bahwa langkah Dzulfikar membuktikan ikatan antara alumni dan almamater tidak terputus setelah lulus dari bangku kuliah. Ia berharap aksi nyata ini memantik gerakan swadaya alumni Unismuh dari berbagai angkatan dan profesi.
“Kami tentu menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Pak Dzulfikar. Ini merupakan bentuk kepedulian nyata. Kami berharap semangat yang sama tumbuh di kalangan alumni Unismuh lainnya,” tambahnya.

Progres Fisik Gedung 5 Lantai

Gagasan pembangunan Gedung Pusat DPP IKA Unismuh Makassar sejatinya telah dirintis sejak satu dekade lalu. Bangunan yang dirancang setinggi lima lantai ini menempatkan kelanjutan konstruksinya sebagai salah satu agenda strategis organisasi sejak Rakernas awal 2026.
Meski pada awal 2026 pengerjaan baru menyentuh lantai satu, kini progres fisik di lapangan menunjukkan kemajuan signifikan:
  • Struktur Utama: Kolom, balok, dan pelat beton bertulang untuk bagian lantai berikutnya sudah mulai berdiri membentuk kerangka bangunan.
  • Tahap Lanjutan: Sejumlah tulangan besi masih menjulang di bagian atas kolom, menandakan pengerjaan struktur terus berjalan dari tahap awal menuju pengerjaan struktur lanjutan.

Konsep Bangunan: Pusat Bisnis, Organisasi, dan Pertemuan

Prof Andis menjelaskan bahwa gedung ini dirancang bukan sekadar untuk fungsi administratif, melainkan sebagai pusat kegiatan produktif yang hidup setiap hari.
Berikut pembagian fungsi tiap lantai Gedung IKA Unismuh Makassar:
  • Lantai 1 (Unit Usaha): Didedikasikan untuk pengembangan aktivitas ekonomi alumni guna menopang kemandirian finansial organisasi.
  • Lantai 2 (Pusat Administrasi): Menjadi kantor pengurus DPP IKA Unismuh untuk mengelola program, konsolidasi, dan jejaring alumni nasional.
  • Lantai 3 & 4 (Aula dan Ruang Pertemuan): Disediakan ruang meeting dan aula besar untuk seminar, pelatihan, reuni, serta forum kolaborasi lintas angkatan.
  • Lantai 5 (Fasilitas Pendukung): Melengkapi fungsi gedung sebagai pusat aktivitas dan konsolidasi alumni secara menyeluruh.
“Kami ingin gedung ini benar-benar hidup—ada aktivitas organisasi, kegiatan ekonomi, dan ruang untuk membangun jejaring. Ini menjadi titik temu alumni yang berkiprah di birokrasi, dunia usaha, pendidikan, hingga politik,” pungkas Prof Andis.