SULSELONLINE.COM – Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menorehkan capaian strategis di tingkat nasional. Berdasarkan data resmi portal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui RISBANG, UMI masuk dalam 10 besar perguruan tinggi swasta dengan jumlah peneliti terbanyak di Indonesia, dengan total 109 peneliti per April 2026.

UMI sejajar dengan sejumlah kampus swasta unggulan nasional, yaitu Universitas Ahmad Dahlan (366 peneliti), Universitas Muhammadiyah Surakarta (319), Universitas Telkom (210), Universitas Islam Indonesia (186), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (149), Universitas Bina Nusantara (137), Universitas Mercu Buana (126), Universitas Tarumanagara (112), dan Universitas Kristen Satya Wacana (109).

Capaian ini mencerminkan penguatan ekosistem akademik UMI yang ditopang budaya riset, kolaborasi lintas disiplin, serta konsistensi pengembangan keilmuan di seluruh fakultas dan program pascasarjana.

Rektor UMI, Hambali Thalib, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif sivitas akademika. Ia menegaskan, capaian tersebut bukan sekadar prestasi, melainkan buah dari keikhlasan, kerja keras, dan dedikasi dosen dalam meneliti dan mengabdi.

Distribusi peneliti UMI menunjukkan arah riset yang relevan dan berbasis kebutuhan masyarakat, dengan dominasi pada bidang sosial, ekonomi, dan bisnis, diikuti kesehatan dan kedokteran, teknik dan rekayasa, serta pendidikan dan humaniora. Komposisi ini menegaskan bahwa riset UMI tidak hanya kuat secara jumlah, tetapi juga berdampak lintas sektor.

Menurut rektor, capaian ini menjadi indikator bahwa transformasi UMI menuju kampus bereputasi dan berdampak berada di jalur yang tepat. UMI pun terus mendorong hilirisasi riset, kolaborasi nasional dan internasional, serta penguatan pusat inovasi agar hasil penelitian memberi solusi nyata bagi masyarakat.

Capaian tersebut semakin memperkuat posisi UMI sebagai perguruan tinggi swasta unggulan dengan kekuatan SDM akademik yang kompetitif dan komitmen pada riset berdampak.