MAKASSAR – Polisi mulai menyelidiki penyebab kebakaran gedung DPRD Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang terbakar saat aksi unjuk rasa ricuh pada Jumat (29/8/2025) malam. Langkah awal dilakukan dengan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel bersama Bidang Laboratorium Forensik (Labfor), Senin (1/9/2025).
“Hari ini tim dari Ditreskrimum Polda Sulsel dan Labfor melakukan olah TKP di kantor DPRD Makassar. Kita lihat di sini aset negara terbakar, dan juga ada saudara kita yang meninggal dunia di tempat ini,” kata Kapolda Sulsel, Irjen Pol Rusdi Hartono, saat meninjau proses olah TKP.
Rusdi menegaskan pihaknya akan mengusut tuntas siapa pun yang terlibat dalam pembakaran tersebut. “Saya katakan, potensial (pelaku) sudah ada. Mudah-mudahan tidak lama lagi kita bisa melakukan pendekatan hukum yang lebih jelas ke depan,” ujarnya.
Dari lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang bukti, termasuk satu bilah senjata tajam jenis parang panjang, serta puluhan kendaraan yang rusak. “Ya, ada barang bukti. Belum lagi kerusakan yang diakibatkan oleh perilaku masyarakat yang tidak bertanggung jawab. Ada kendaraan roda empat yang rusak, kemudian roda dua juga sekitar 15 unit,” jelas Rusdi.
Ia menyebut total kerugian akibat peristiwa ini ditaksir mencapai Rp250 miliar. “Lebih kurang sekitar Rp250 miliar kerugian negara yang diakibatkan oleh perilaku masyarakat yang tidak bertanggung jawab,” ungkapnya.
Kerusuhan pada Jumat (29/8/2025) itu berujung pada pembakaran dua gedung DPRD, yakni DPRD Kota Makassar dan DPRD Sulsel. Sebanyak 67 mobil dan 15 motor hangus terbakar. Lebih tragis, tiga orang tewas terjebak dalam gedung DPRD Makassar saat api melalap bangunan tersebut.(*)

Tinggalkan Balasan