MAROS – Sebanyak 15.296 siswa SD dan SMP di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menerima seragam sekolah gratis dari pemerintah daerah. Program ini menyasar seluruh kecamatan, mulai dari wilayah perkotaan hingga pelosok pedalaman.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Maros, Andi Wandi Patabai, mengatakan pembagian seragam gratis merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mendukung pendidikan dasar. “Tahun ini ada 7.991 seragam untuk siswa SD dan 7.305 seragam untuk SMP,” ujarnya, Kamis (16/10/2025).

Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,9 miliar untuk program tersebut. “Untuk SD sebesar Rp2.041.552.500 dan SMP Rp1.885.000.000,” tambahnya.

Pembagian seragam dilakukan secara bertahap melalui sekolah masing-masing. Setiap siswa menerima satu pasang seragam lengkap sesuai jenjang pendidikannya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maros, Zainuddin, menyebut program ini telah berjalan sejak tahun 2022. “Ini sudah menjadi program rutin setiap tahun. Untuk tahun ini, yang dibagikan hanya seragam putih-merah untuk SD dan putih-biru untuk SMP,” jelasnya.

Ia menegaskan, tahun ini tidak ada pembagian seragam pramuka karena anggaran difokuskan pada kebutuhan utama siswa. “Tujuannya supaya semua siswa dapat merasakan manfaatnya tanpa terkecuali,” ujarnya.

Bupati Maros, Chaidir Syam, menambahkan bahwa pembagian seragam gratis merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat, terutama keluarga kurang mampu. “Mungkin ada orang tua yang anaknya sekolah lebih dari satu. Dengan adanya bantuan seragam ini, setidaknya bisa meringankan beban mereka,” tutur mantan Ketua DPRD Maros itu.

Ia berharap, bantuan tersebut dapat menumbuhkan semangat belajar siswa di Kabupaten Maros. “Kalau anak-anak semangat ke sekolah, pasti kualitas pendidikan kita juga meningkat,” ujarnya.

Salah satu siswi SMP di Kecamatan Cenrana, Aidil Nasuha, mengaku senang menerima seragam baru tanpa harus membeli. “Seragamnya bagus dan ukurannya pas. Saya senang karena orang tua tidak perlu beli lagi,” katanya. (*)