Makassar – Pasokan cabai di Sulawesi Selatan menipis dan memicu lonjakan harga dalam 10 hari terakhir. Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulsel mencatat penurunan pasokan cabai rawit hingga 519 ton.
Kondisi ini membuat harga cabai rawit yang sebelumnya Rp20 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram. Sementara cabai besar melonjak dari Rp15 ribu menjadi Rp30 ribu per kilogram.
Seorang pedagang cabai di Pasar Terong Makassar, Usman, mengatakan fluktuasi harga terjadi karena pasokan yang tidak stabil. Selain cabai, harga sayuran lain seperti buncis dan wortel juga ikut meroket dari Rp5 ribu menjadi Rp15 ribu per kilogram.
Pelaksana tugas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, M. Ilyas, menjelaskan bahwa kekurangan pasokan cabai rawit membuat ketahanan stok menurun hingga minus enam hari. Ia menambahkan bahwa pasokan bawang putih juga menipis sejak Oktober dengan defisit mencapai 669 ton di 24 kabupaten/kota.
Dari data Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Jeneponto menjadi daerah dengan stok cabai tertinggi yaitu 2.500 ton. Sementara Sidrap dan Tanah Toraja mengalami pengurangan pasokan, namun masih memiliki alternatif cabai katokkong.
Menurut Ilyas, musim hujan turut memengaruhi ketersediaan cabai. Banyak petani memilih memanen lebih cepat untuk menghindari kerusakan tanaman saat intensitas hujan meningkat.(*)

Tinggalkan Balasan