SULSELONLINE.COM – Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, melantik 18 pengurus Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) se-Kabupaten Gowa. Pelantikan berlangsung di Gedung De’Bollo, Jalan Tumanurung, Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (30/12/2025).
Pelantikan ini menegaskan penguatan peran BKPRMI hingga tingkat kecamatan, khususnya dalam pembinaan remaja masjid serta pengembangan pendidikan Al-Qur’an.
Dalam sambutannya, Darmawangsyah mendorong BKPRMI agar semakin aktif memperkuat pendidikan Al-Qur’an. Upaya tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Gowa dalam membangun sumber daya manusia melalui program Gowa Cerdas (Caradde), salah satunya dengan membiasakan membaca Al-Qur’an sebelum proses belajar mengajar di sekolah.
Ia berharap kebijakan tersebut berjalan beriringan dengan peran BKPRMI, para guru mengaji, serta pengelola TK/TPA di seluruh wilayah Kabupaten Gowa.
Darmawangsyah juga meminta pengurus DPK BKPRMI yang baru dilantik untuk memperkuat pembinaan remaja masjid, meningkatkan kualitas pengelolaan TK/TPA, serta menghadirkan dakwah yang sejuk, moderat, dan inklusif.
“BKPRMI kami harapkan menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam membentuk masyarakat yang religius dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Menurut Darmawangsyah, BKPRMI memiliki posisi strategis dalam menjaga nilai-nilai keislaman sekaligus membina karakter generasi muda. Sejak berdiri pada 3 September 1977, organisasi ini konsisten berkontribusi dalam penguatan pendidikan Al-Qur’an dan pembentukan karakter umat.
“BKPRMI menjadi wadah pembinaan karakter generasi muda melalui pendidikan Al-Qur’an, termasuk di Kabupaten Gowa,” katanya.
Ia menambahkan, Kabupaten Gowa saat ini berada pada momentum bonus demografi, di mana mayoritas penduduk berada pada usia produktif dan didominasi generasi muda. Kondisi tersebut menjadi peluang sekaligus tantangan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan sosial.
“Pembinaan generasi tidak cukup hanya melalui pendidikan formal. Masjid dan lembaga pendidikan Al-Qur’an harus kembali menjadi pusat pembinaan iman dan akhlak,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum DPD BKPRMI Gowa, Alimuddin Linrung, menegaskan bahwa BKPRMI merupakan organisasi yang inklusif dan lintas generasi. Pengurusnya berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari kalangan lanjut usia hingga pelajar SMA.
“Kekuatan BKPRMI terletak pada persatuan dan fokus dakwah melalui pendidikan baca tulis Al-Qur’an, tanpa membedakan latar belakang,” ujarnya.
Alimuddin mengungkapkan, saat ini BKPRMI Gowa mengelola 1.184 unit TK dan TPA yang tersebar di 18 kecamatan. Proses pembelajaran berlangsung di berbagai lokasi, mulai dari rumah warga, musala, masjid, hingga gedung khusus.
Ia menyebutkan, jumlah guru mengaji di bawah naungan BKPRMI Gowa mencapai sekitar 3.500 ustaz dan ustazah, dengan total santri sekitar 36 ribu orang di seluruh wilayah Kabupaten Gowa.
Selain itu, BKPRMI Gowa menaungi berbagai latar belakang organisasi keislaman seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Wahdah Islamiyah yang dipersatukan oleh visi dakwah Al-Qur’an.
Alimuddin juga melaporkan rencana pelaksanaan Ujian Munaqasyah serentak pada Januari 2026 yang akan diikuti sekitar 6.000 santri, sesuai kurikulum BKPRMI Pusat Tahun 2020.
Melalui Bidang Peduli BKPRMI, pihaknya turut menggalang kepedulian sosial dengan mengumpulkan satu liter beras dari setiap peserta Munaqasyah. Bantuan tersebut akan disalurkan kepada santri dan guru mengaji kurang mampu, serta korban bencana alam.
“Dari kegiatan itu, kami mengumpulkan sekitar 6.000 liter beras dan bantuan uang sebesar Rp40 juta,” jelasnya.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Gowa dapat merealisasikan pemberian insentif bagi guru mengaji pada tahun mendatang. (*)

Tinggalkan Balasan