BULUKUMBA — Petani di Desa Lonrong, Kecamatan Ujung Loe, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, menggelar syukuran swasembada pangan, Selasa (6/1/2026). Kegiatan tersebut ditandai dengan pemotongan seekor sapi yang dilakukan secara swadaya oleh para petani.

Sebelum pemotongan, sapi diarak puluhan meter dengan berjalan kaki sambil mengiringi traktor jonder. Arak-arakan itu menjadi simbol keberhasilan dan peningkatan hasil panen yang ingin diumumkan kepada masyarakat sekitar.

Keberhasilan petani Desa Lonrong disebut tidak terlepas dari dukungan pemerintah pusat, berupa bantuan bibit padi, pupuk subsidi dengan harga terjangkau, serta alat dan mesin pertanian. Sejumlah Kelompok Wanita Tani juga turut hadir mendampingi para petani dalam kegiatan tersebut.

Rombongan petani berjalan di atas pematang sawah menuju tanah lapang yang menjadi lokasi syukuran. Sejak sore hari, warga membawa bahan makanan secara swadaya, mulai dari beras hingga rempah-rempah, serta patungan membeli seekor sapi untuk dimasak dan disantap bersama.

Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Ujung Loe, Adrianti Syam, mengatakan kegiatan ini merupakan ungkapan rasa syukur petani atas capaian swasembada pangan di wilayah tersebut.

“Ini bentuk kesyukuran masyarakat tani atas keberhasilan swasembada pangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Desa Lonrong kini menerapkan sistem tanam padi IP 300 atau panen tiga kali setahun. Setiap musim panen menghasilkan rata-rata 6,4 ton gabah, dengan luas tanam mencapai 618 hektare dan total produksi sekitar 3.599 ton.

“Sebelumnya petani hanya panen dua kali setahun. Dengan IP 300, sekarang bisa tiga kali panen,” jelas Adrianti.

Salah seorang petani, Yasmad Armadi, mengaku bersyukur atas bantuan pemerintah yang dirasakan langsung oleh petani.

“Dulu kami beli sendiri fasilitas pertanian. Sekarang sudah dibantu alat pertanian,” katanya.

Ia berharap dukungan tersebut dapat terus berlanjut agar produktivitas dan pendapatan petani semakin meningkat. (*)