MAROS – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros mencapai Rp178 miliar atau 50 persen dari target Rp347 miliar hingga pertengahan 2026. Meski secara umum sesuai target semester pertama, empat organisasi perangkat daerah (OPD) masih mencatat realisasi di bawah 50 persen sehingga target pendapatannya akan dikaji ulang.
Hal itu terungkap dalam Rapat Evaluasi PAD yang dipimpin Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur bersama Kepala Bapenda Maros M Ferdiansyah di Kantor Bupati Maros, Senin (13/7/2026).
Empat OPD dengan capaian terendah yakni Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sebesar 31 persen atau Rp202 juta dari target Rp650 juta, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Kopumdag) 28,93 persen atau Rp1,2 miliar dari target Rp4,3 miliar, Dinas PUTRPKP 39 persen atau Rp2,2 miliar dari target Rp5,7 miliar, serta Dinas Perikanan 41 persen atau Rp455 juta dari target Rp1,1 miliar.
Muetazim mengatakan rendahnya capaian dipengaruhi berbagai faktor, seperti menurunnya aktivitas belanja di pasar akibat pergeseran ke platform daring serta alat berat milik Dinas PUTRPKP yang sudah tidak layak disewakan.
“Sudah tidak layak operasi lagi alat-alatnya, tetapi mereka tetap dibebani target yang besar, sehingga perlu dikaji untuk menurunkan targetnya,” ujarnya.
Kepala Bapenda Maros M Ferdiansyah menegaskan usulan rasionalisasi target harus melalui mekanisme dan kajian sesuai regulasi yang berlaku.
Sementara itu, sejumlah OPD berhasil melampaui target, di antaranya Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga dengan realisasi 133 persen atau Rp1,7 miliar dari target Rp1,2 miliar, Dinas Lingkungan Hidup 101 persen atau Rp253 juta dari target Rp250 juta, Bapenda Maros 50,54 persen atau Rp122 miliar dari target Rp243 miliar, serta RS La Palaloi 56 persen atau Rp33 miliar dari target Rp60 miliar.(*)

Tinggalkan Balasan