SULSELONLINE.COM – Angin perubahan berembus kencang di tubuh Partai NasDem Sulawesi Selatan.

Rusdi Masse Mappasessu—figur sentral yang selama ini memimpin NasDem Sulsel sekaligus Wakil Ketua Komisi III DPR RI—dikabarkan telah mengundurkan diri dari partai besutan Surya Paloh tersebut.

Di tengah pusaran isu itu, satu nama menguat sebagai calon penerus: Syaharuddin Alrief, Sekretaris DPW NasDem Sulsel yang kini menjabat Bupati Sidrap periode 2025–2030.

Isyarat politik itu mengemuka ketika Syaharuddin Alrief secara mendadak menemui Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh, di Kantor DPP NasDem, Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026) sore.
Pertemuan berlangsung sekitar dua jam—cukup lama untuk sebuah diskusi yang disebut membahas dinamika internal NasDem Sulsel.

Dalam pertemuan tersebut, Syahar—sapaan akrab Syaharuddin Alrief—tampak berdiri di sisi Surya Paloh yang duduk, mengenakan atribut resmi Partai NasDem. Sebuah gestur yang kerap dibaca sebagai simbol kesiapan dan loyalitas.

“Saya diskusi dua jam dengan Ketum terkait NasDem Sulsel,” ujar Syahar mengutip Tribun Timur, Kamis (22/1/2026).

Syahar mengungkapkan, Surya Paloh memberikan banyak masukan strategis. Salah satu pesan utama yang disampaikan adalah amanah untuk menjaga kepercayaan masyarakat Sulawesi Selatan.

Menanggapi hal itu, Syahar menyatakan komitmennya untuk melanjutkan perjuangan partai dan mengimplementasikan setiap saran yang diberikan pimpinan tertinggi NasDem tersebut.

“InsyaAllah, kami lanjutkan perjuangan dan jaga amanah masyarakat Sulsel. Semoga sehat selalu Bapak Surya Paloh. Terima kasih atas saran dan nasihatnya. Amanah akan dilaksanakan,” ucap Syahar.

Selain bertemu Surya Paloh, Syahar juga menyempatkan diri berdiskusi dengan Wakil Ketua Umum NasDem, Saan Mustopa—menandakan rangkaian komunikasi politik tingkat tinggi di tubuh DPP.

Pertemuan ini tak bisa dilepaskan dari kabar yang kian santer bahwa Rusdi Masse Mappasessu (RMS) telah menyampaikan surat pengunduran diri sebagai Ketua NasDem Sulsel, bahkan disebut telah resmi keluar dari partai.

RMS sendiri tengah diisukan kuat akan bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Spekulasi itu menguat seiring fakta bahwa kepemimpinan PSI Sulsel kini berada di tangan putra RMS, Muammar Ferirae Gandi.

Sumber internal NasDem mengonfirmasi bahwa surat pengunduran diri RMS telah diterima DPP NasDem sejak pekan lalu.

“Surat pengunduran dirinya sudah masuk ke kantor DPP NasDem,” ujar sumber tersebut.

Meski demikian, hingga kini belum ada tindak lanjut administratif secara resmi.
“Informasinya memang sudah masuk sejak pekan lalu, tapi belum ada proses lanjutan,” katanya.

Menurut sumber itu, di tingkat DPP NasDem, pengunduran diri kader dipandang sebagai keputusan personal yang tidak memerlukan proses panjang.

“Kalau di DPP, ada yang mengundurkan diri ya sudah. Surat itu sebenarnya hanya formalitas,” jelasnya.

Secara aturan, baik di Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun Sistem Informasi Partai Politik (Sipol), kader yang mengundurkan diri dari partai dapat langsung diproses untuk Pergantian Antar Waktu (PAW).

“Kalau sudah mundur dari parpol, PAW bisa langsung diproses,” tegasnya.

Saat ini, Rusdi Masse masih tercatat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI periode 2024–2029.

Di internal NasDem sendiri, dinamika sikap elite partai mengiringi keputusan RMS tersebut.

“Memang ada Ibu Reri Lestari Moerdijat yang masih bertahan, tapi dari kubu Prananda dan Willy sudah legowo—bilang keluarmi,” ungkap sumber internal itu.

Sementara itu, dari kubu PSI, isu kepindahan RMS tak sepenuhnya dibantah.

Sekretaris DPW PSI Sulsel, Indira Mulyasari Paramastuti, menanggapi menguatnya spekulasi tersebut menjelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI yang dijadwalkan berlangsung di Makassar pada akhir Januari 2026.

Indira mengakui adanya peluang bergabungnya tokoh-tokoh besar Sulsel ke PSI, sejalan dengan sinyal “kejutan besar” yang sebelumnya disampaikan Muammar Ferirae Gandi.

Namun, ia menegaskan bahwa pengumuman resmi sepenuhnya menjadi kewenangan Ketua Umum DPP PSI, Kaesang Pangarep.

“Namanya juga kejutan,” ujar Indira sambil tersenyum.

“Bisa jadi Mister J, bisa jadi Mister R, atau tokoh-tokoh lain. Memang bakal ada kejutan di Rakernas PSI,” tambahnya.

Isyarat “Mister R” itu kian menguatkan spekulasi publik yang mengarah pada sosok Rusdi Masse, mantan Bupati Sidrap dua periode dan politisi berpengaruh Sulsel.

Meski demikian, Indira menegaskan bahwa DPW PSI Sulsel saat ini masih fokus pada penyusunan konsep dan teknis Rakernas.

“Kami belum rapat teknis dengan DPP. Masih menyusun konsep, jadi belum bisa bicara jauh soal kejutan,” jelas mantan kontestan Pilwali Makassar tersebut.

Indira juga mengungkapkan bahwa PSI Sulsel telah menginventarisasi sejumlah tokoh berpengaruh Sulsel untuk bergabung dengan partai berlambang gajah itu.

“Iya, ada planning, tapi baru tahap inventarisasi. DPP yang nanti memutuskan,” katanya.

Ia menutup dengan menegaskan sikap terbuka PSI terhadap siapa pun, termasuk Rusdi Masse.

“PSI ini partai terbuka. Siapa saja boleh bergabung, termasuk Pak Rusdi Masse. Tapi semua tentu melalui keputusan resmi DPP,” pungkas Indira. (*)

Kalau mau diformat ulang lagi (misalnya gaya Tribun murni, straight news, atau dipersingkat), tinggal bilang.