SULSELONLINE.COM — Muhammad SAW menjalani masa kenabian dan kerasulan selama kurang lebih 23 tahun. Rinciannya, 13 tahun berdakwah di Mekah dengan fokus penanaman akidah, serta 10 tahun di Madinah yang menitikberatkan pada pembangunan masyarakat dan penegakan syariat.
Periode Dakwah
Periode Mekah (13 Tahun)
Dimulai sejak beliau diangkat menjadi Rasul pada usia 40 tahun. Pada tiga tahun pertama, dakwah dilakukan secara sembunyi-sembunyi, kemudian dilanjutkan secara terang-terangan. Pada fase ini, belum ada kewajiban puasa Ramadan karena syariat tersebut memang belum diturunkan.
Periode Madinah (10 Tahun)
Dimulai setelah peristiwa hijrah hingga wafatnya Rasulullah SAW. Pada fase inilah berbagai syariat Islam ditetapkan secara bertahap, termasuk kewajiban puasa Ramadan.
Kapan Puasa Ramadan Diwajibkan?
Puasa Ramadan diwajibkan pada tahun ke-2 Hijriah (sekitar 624 M), sekitar 1,5 tahun setelah hijrah ke Madinah. Perintah tersebut ditandai dengan turunnya QS. Al-Baqarah ayat 183–187.
Ayat 183 menegaskan tujuan utama puasa:“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Sebelum kewajiban Ramadan ditetapkan, umat Islam telah terbiasa berpuasa tiga hari setiap bulan serta puasa Asyura (10 Muharram). Puasa Asyura mengikuti tradisi Nabi Musa AS sebagai ungkapan syukur atas keselamatan dari Firaun.
Proses Bertahap dan Keringanan
Pada awal diwajibkan, aturan puasa cukup ketat. Jika seseorang telah berbuka lalu tertidur, maka ia tidak diperbolehkan lagi makan, minum, atau berhubungan suami istri hingga keesokan harinya.
Namun kemudian Allah SWT menurunkan QS. Al-Baqarah ayat 187 yang memberikan keringanan (rukhshah), memperbolehkan makan, minum, dan berhubungan suami istri hingga terbit fajar.
Hal ini menunjukkan bahwa syariat Islam diturunkan secara bertahap, mempertimbangkan kesiapan umat.
Makna dan Tujuan Puasa Ramadan
• Meningkatkan ketakwaan – Puasa melatih pengendalian diri dan kesadaran akan pengawasan Allah SWT.
• Membersihkan jiwa dan raga – Memberi jeda bagi sistem pencernaan serta membentuk disiplin dan empati sosial.
• Bulan Al-Qur’an – Ramadan merupakan bulan turunnya Al-Qur’an dan terdapat malam Lailatul Qadar yang lebih baik dari seribu bulan.
Berapa Kali Nabi Berpuasa Ramadan?
Karena puasa Ramadan diwajibkan pada tahun ke-2 Hijriah dan Rasulullah SAW wafat pada tahun ke-11 Hijriah, beliau melaksanakan puasa Ramadan sebanyak sembilan kali sepanjang hidupnya.
Dengan demikian, selama 13 tahun berdakwah di Mekah, Nabi Muhammad SAW memang belum menjalankan puasa Ramadan karena syariat tersebut baru diwajibkan setelah hijrah ke Madinah.(*)

Tinggalkan Balasan