SULSELONLINE.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar mengapresiasi perkembangan layanan kesehatan yang dinilai terus mengalami peningkatan. Meski demikian, DPRD menekankan pentingnya penguatan pada aspek pemerataan akses dan respons layanan di tingkat masyarakat.

Ketua Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham, mengatakan Pemerintah Kota Makassar telah menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan, khususnya di RSUD Daya yang berada di Kecamatan Biringkanaya. Menurutnya, rumah sakit tersebut kini memiliki peralatan medis yang tergolong lengkap, bahkan beberapa di antaranya belum dimiliki rumah sakit lain di Makassar.

“Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. RSUD Daya sudah berkembang cukup pesat dari sisi fasilitas maupun kesiapan layanan medis,” ujarnya, Kamis (23/4).

Namun, legislator Fraksi NasDem ini menegaskan bahwa peningkatan fasilitas harus diikuti dengan pemerataan akses layanan agar dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya terpusat di fasilitas tertentu.

“Tidak boleh lagi ada rumah sakit yang menolak pasien dalam kondisi darurat. Kami juga memberikan kewenangan kepada Dinas Kesehatan untuk mengajukan pembangunan puskesmas, karena masih ada beberapa wilayah yang sulit mendapatkan layanan kesehatan atau tergolong wilayah blank spot,” jelasnya.

Ia menambahkan, DPRD akan meninjau kebutuhan anggaran untuk pembangunan puskesmas baru. Menurutnya, keberadaan 47 puskesmas di 15 kecamatan saat ini sebenarnya sudah mencukupi untuk layanan dasar, namun kebutuhan akan rumah sakit masih perlu ditingkatkan.

“RS Ujung Pandang saat ini sedang berproses dan telah mencapai sekitar 60 persen dengan anggaran Rp50 miliar yang telah kami alokasikan. Kami berharap pembangunannya segera rampung,” tambahnya.

Sementara itu, anggota DPRD Makassar lainnya, Adi Akbar, menyoroti pelaksanaan program Home Care yang menjadi salah satu inovasi layanan kesehatan Pemerintah Kota Makassar. Ia menilai program tersebut sangat membantu masyarakat karena menghadirkan layanan kesehatan langsung ke rumah warga melalui mobil medis yang dilengkapi tenaga kesehatan, termasuk dokter.

“Program Home Care ini sangat baik karena mendekatkan layanan ke masyarakat. Setiap unit sudah dilengkapi dokter, sehingga penanganan bisa lebih cepat tanpa harus ke fasilitas kesehatan,” ujarnya.

Meski begitu, ia mengakui sebelumnya keterbatasan armada menjadi kendala utama, sehingga menyebabkan antrean layanan di sejumlah wilayah.

“Dulu kendalanya pada jumlah armada, tidak semua puskesmas memiliki layanan ini sehingga masyarakat harus menunggu. Namun sekarang responsnya sudah jauh lebih cepat, apalagi jika jadwal tidak padat,” jelasnya.

Ia menilai, kecepatan respons layanan kini menunjukkan perbaikan signifikan seiring penambahan armada dan penataan sistem layanan. Dari sisi kebijakan, ia mendorong pemerintah kota untuk tidak terburu-buru menambah regulasi baru, melainkan fokus mengoptimalkan aturan yang sudah ada.

“Yang terpenting saat ini bukan menambah perda baru, tetapi memastikan regulasi yang ada benar-benar dijalankan dengan baik dan konsisten,” tegasnya.

Menurutnya, penguatan implementasi kebijakan serta pengawasan yang lebih ketat menjadi kunci dalam memastikan layanan kesehatan di Makassar semakin efektif, merata, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.