MAROS – Warga Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap yang menyebabkan kualitas udara memburuk.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, mengatakan penggunaan masker menjadi salah satu langkah pencegahan yang perlu dilakukan masyarakat selama kondisi udara belum kembali normal.
Pemerintah daerah juga menyiapkan surat edaran sebagai tindak lanjut atas memburuknya kualitas udara tersebut.
“Kami sudah mengimbau masyarakat yang beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker,” kata Chaidir.
Kabut asap yang menyelimuti wilayah Maros diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.
Kondisi ini mendorong pemerintah daerah mengingatkan warga agar tidak mengabaikan perlindungan diri, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
Chaidir meminta masyarakat tetap menjaga kesehatan dan mengikuti imbauan pencegahan hingga kualitas udara membaik.
Penggunaan masker diharapkan dapat membantu mengurangi paparan partikel polutan yang terhirup saat warga berada di luar rumah.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, dr Yunus, turut mengingatkan masyarakat untuk mengurangi kegiatan di luar rumah selama kualitas udara memburuk.
Imbauan ini terutama ditujukan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan.
Menurut Yunus, masyarakat yang terpaksa keluar rumah sebaiknya menggunakan masker untuk mengurangi risiko paparan polusi udara. Warga juga perlu memperhatikan kondisi tubuh dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami keluhan kesehatan.
Mantan Kepala Puskesmas Bantimurung tersebut menjelaskan bahwa paparan polusi akibat kabut asap dapat memicu berbagai masalah kesehatan, khususnya pada saluran pernapasan.
“Dampaknya antara lain infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), asma, hingga pneumonia,” ujarnya saat dihubungi pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Gangguan kesehatan akibat polusi udara dapat muncul dengan tingkat keparahan berbeda, bergantung pada kondisi tubuh dan tingkat paparan. Karena itu, masyarakat yang memiliki riwayat asma atau penyakit pernapasan lainnya perlu lebih berhati-hati ketika kualitas udara sedang buruk.
Dinas Kesehatan Maros meminta warga tidak menunggu hingga muncul keluhan serius untuk mulai melakukan pencegahan.
Mengurangi waktu di luar ruangan, memakai masker saat diperlukan, dan menjaga kebersihan lingkungan menjadi beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko.
Di tengah kondisi udara yang memburuk, Dinas Kesehatan Maros memastikan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama, termasuk puskesmas, siap membantu warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.Pasang Alarm Rumah
Yunus menegaskan, masyarakat dapat mendatangi fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan yang diduga berkaitan dengan kondisi udara. Namun, ia menekankan bahwa upaya pencegahan tetap menjadi prioritas agar warga tidak mengalami gangguan kesehatan yang lebih berat.Layanan Pemda
“Fasilitas kesehatan siap membantu warga yang terdampak. Namun, pencegahan tetap menjadi langkah utama,” katanya.
Masyarakat diimbau tidak mengabaikan gejala seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, atau iritasi pada saluran pernapasan. Jika keluhan semakin berat, warga sebaiknya segera mencari pertolongan medis.
Selain memakai masker dan membatasi aktivitas di luar rumah, Dinas Kesehatan Maros juga menyarankan masyarakat memperbanyak minum air putih serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Warga juga dapat mengurangi paparan asap dengan menghindari aktivitas fisik berat di luar ruangan selama kondisi udara belum membaik. Anak-anak dan kelompok rentan sebaiknya mendapat perlindungan lebih karena lebih berisiko mengalami dampak kesehatan akibat polusi.Buka Komunitas
Pemerintah Kabupaten Maros berharap masyarakat mematuhi imbauan tersebut sambil menunggu kondisi udara kembali membaik.
Kerja sama warga dalam menerapkan langkah pencegahan dinilai penting untuk menekan risiko gangguan kesehatan selama kabut asap masih memengaruhi kualitas udara di wilayah tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan