SULSELONLINE.COM — Pemerintah Kabupaten Maros melanjutkan kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan sumber daya manusia.
Kesepakatan tersebut ditandatangani Bupati Maros AS Chaidir Syam bersama Rektor Unismuh Makassar Abd Rakhim Nanda dalam rangkaian Wisuda Ke-89, Rabu, 21 Oktober 2026.
Penandatanganan berlangsung di Balai Sidang Muktamar Ke-47 Unismuh Makassar, Jalan Sultan Alauddin. Kerja sama ini menjadi kelanjutan dari kemitraan yang sebelumnya telah dijalankan kedua lembaga, termasuk pengembangan desa binaan dan pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN) mahasiswa di Kabupaten Maros.
Seusai kegiatan, Chaidir menyampaikan apresiasi atas kontribusi Unismuh dalam mendukung pembangunan daerah. Menurut dia, kerja sama dengan perguruan tinggi telah memberikan manfaat melalui berbagai kegiatan akademik dan pemberdayaan masyarakat.
“Berbagai langkah kerja sama yang sudah dilakukan oleh Unismuh beserta Pemerintah Daerah Kabupaten Maros, kita ucapkan terima kasih,” ujar Chaidir.
Ia mencontohkan keberadaan desa binaan yang dikembangkan melalui kerja sama dengan Unismuh. Selain itu, mahasiswa universitas tersebut juga telah menjalankan kegiatan KKN dan program pengabdian lainnya di Maros.
“Ada desa-desa binaan yang dilakukan sebagai bentuk kerja sama. Unismuh juga mengirimkan mahasiswa-mahasiswanya untuk melaksanakan kuliah kerja nyata dan beberapa kegiatan lainnya,” katanya.
Kerja sama Unismuh dan Pemkab Maros diarahkan untuk mendukung penyelenggaraan Catur Dharma Perguruan Tinggi di Kabupaten Maros.
Ruang lingkupnya meliputi pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, penelitian dan pengkajian kebijakan publik, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan kapasitas kelembagaan.
Dalam bidang pendidikan, kedua lembaga membuka peluang peningkatan kualifikasi akademik melalui program sarjana, pascasarjana, pendidikan vokasi, pendidikan jarak jauh, dan peningkatan kompetensi aparatur pemerintah daerah.
Di bidang penelitian, kerja sama diarahkan pada pengembangan inovasi daerah, kajian kebijakan publik, serta penelitian berdasarkan potensi dan kebutuhan Kabupaten Maros.
Sementara dalam pengabdian kepada masyarakat, program yang dapat dikembangkan mencakup KKN tematik, magang mahasiswa, praktik kerja, pendampingan masyarakat, pengembangan Smart Village, serta penguatan lembaga pelayanan kesehatan.
Kerja sama tersebut juga membuka ruang bagi keterlibatan dosen dan tenaga ahli Unismuh dalam mendukung reformasi birokrasi, bimbingan teknis, dan pengembangan kapasitas aparatur pemerintah daerah.
Kesepakatan berlaku selama lima tahun dan akan ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama yang lebih teknis antara unit kerja terkait. Pelaksanaannya direncanakan dievaluasi secara berkala, sekurang-kurangnya setiap enam bulan.
Selain mengapresiasi program kerja sama, Chaidir turut menyampaikan penilaiannya terhadap kualitas pendidikan di Unismuh Makassar.
Menurut dia, keberadaan perguruan tinggi tersebut telah memberikan kontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia Kabupaten Maros. Sejumlah warga Maros juga memilih Unismuh sebagai tempat melanjutkan pendidikan tinggi.
“Alhamdulillah, kualitas dan proses kuliah di Unismuh ini sangat baik sekali,” ungkap Chaidir.
Ia menambahkan bahwa kontribusi Unismuh tidak hanya terlihat dari program yang dilaksanakan bersama pemerintah daerah, tetapi juga dari kiprah para alumninya.
“Beberapa alumni Unismuh juga sudah mendapatkan peran yang baik dalam membangun Kabupaten Maros,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Chaidir memandang kerja sama dengan perguruan tinggi sebagai bagian dari upaya pembangunan daerah yang berkelanjutan, terutama dalam menyiapkan sumber daya manusia dan memperluas penerapan ilmu pengetahuan.
Dalam kesempatan itu, Chaidir juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan yang mengikuti Wisuda Ke-89 Unismuh Makassar.

Tinggalkan Balasan