SULSELONLINE.COM– Suami dan istri biasanya kompak. Di Sinjai tidak, keduanya bahkan saling berhadapan pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Sinjai yang akan berlangsung pada 17 Maret 2022.
Pilkades di Desa Barania diikuti dua calon yakni Firman Maddolangeng berhadapan dengan Nurfida. Firman adalah petahana pada pilkades tersebut. Sementara Nurfida adalah pendatang baru.
Selama ini Nurfida selalu mendampingi Firman sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Desa Barania. Nurfida lahir pada 10 Oktober 1981 sedangkan suaminya lahir pada 19 September 1975.
Mengutip Sinjai Info, Jumat (4/3/2022), Firman mengakui sebelumnya dia hanya sendiri mencalonkan diri menjadi calon kepala desa.
Namun pada Peraturan Bupati Sinjai Nomor 30 tentang Pilkades, disebutkan minimal peserta pilkades yakni sebanyak dua orang. Firman lalu menjadikan istrinya sebagai calon lain sehingga syarat dua orang sebagai peserta pilkades terpenuhi.
“Terkait istri saya, perwakilan tokoh masyarakat dan pemuda mendatangi panitia dan mempertanyakan bahwa jika tidak ada ji aturan yang melarang istri untuk mendampingi saya sebagai calon kepala desa, maka tokoh masyarakat meminta supaya istri saya ikut sebagai calon kepala desa,” kata Firman M. Maddolangeng.
Pria yang lahir pada 19 September 1975 ini mengaku, permintaan tokoh masyarakat kepada panitia pilkades dibenarkan oleh panitia yang menjelaskan bahwa dalam aturan tidak boleh melawan kotak kosong.
“Awalnya istri saya juga ragu. Akhirnya sebelum resmi mendaftar, kami jalan ke masyarakat dan respon masyarakat memang seperti itu, meminta ia mendaftar sebagai cakades,” tambah Firman yang menghadirkan tempat wisata Kampung Galung di Desa Barania.
Pada Pilkades Desa Barania, Nurfida mengantongi nomor urut 1, sementara Firman M. Maddolangeng nomor urut 2.
Ada 54 Desa yang menggelar Pilkades. Sementara total jumlah Calon Kepala Desa (Cakades) sebanyak 190 orang. 17 Cakades di antaranya bertarung di 6 Desa, di Kecamatan Sinjai Barat.
Peserta Pilkades di Sinjai Barat termasuk minim jika dibanding dengan kecamatan lain. Itulah sebabnya Nurfida rela melawan suaminya.(al)

Tinggalkan Balasan