MAROS — Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Sulawesi Selatan, Ashari Fakhsirie Radjamilo, membuka kegiatan Pelatihan Keterampilan Olahan Pisang  dan Pengemasan yang ditujukan bagi keluarga petani dan pelaku UMKM.

 

Pelatihan yang diselenggarakan di Racing Hotel Makassar ini menghadirkan 55 peserta dari KabupatenMaros dan berlangsung sejak 29 Oktober hingga 1 November 2024.

Kegiatan ini terselenggara berkat kerja sama antara Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskopurindag) Kabupaten Maros dan Pusat Layanan Usaha Terpadu KUMKM (PLUT KUMKM) Maros.

Dalam sambutannya, Ashari Fakhsirie Radjamilo menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor UKM dan pertanian.

“Pelatihan ini memberikan keterampilan kepada masyarakat, khususnya mereka yang berada di golongan ekonomi menengah ke bawah, agar dapat meningkatkan kemampuan berusaha dan mandiri secara ekonomi,” kata Ashari.Ia menambahkan bahwa pisang memiliki potensi besar sebagai komoditas unggulan daerah, dan oleh karena itu Pemprov Sulsel telah menyediakan paket pelatihan serta peralatan untuk pengolahan pisang menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Masyarakat dilatih bagaimana mengolah pisang menjadi makanan dan camilan bernilai jual. Kami juga menyediakan anggaran khusus agar masyarakat memperoleh manfaat ekonomis dari produk ini,” lanjut Ashari.

Penjabat PLUT KUMKM Kabupaten Maros, Muhammad Fajrin Yusuf, menyambut baik inisiatif yang diinisiasi oleh Dinas Koperasi dan UKM Sulsel.

“Kami mengapresiasi kolaborasi ini, dan berterima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung pelatihan ini. Sebanyak 55 peserta dari Maros kami bawa untuk dilatih agar mereka bisa menghasilkan produk olahan pisang yang memiliki daya saing,” ujarnya.Pelatihan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat, terutama dalam meningkatkan kreativitas dan nilai tambah produk lokal.