SULSELONLINE.COM — Pemerintah Kabupaten Maros mendapatkan penghargaan tingkat nasional.
Pemkab Maros melalui Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menerima penghargaan dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi / Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Selasa, 21 Januari 2025, di Jakarta.
Pemkab Maros berhasil menerima penghargaan dengan kategori Sangat Baik atas penilaian kinerja Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB) Pemerintah daerah tahun 2024.
Penghargaan diserahkan Direktur Kerjasama Pelaksanaan Berusaha Mewakili Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Hasyim Barang kepada Bupati Maros, HAS Chaidir Syam.
Bupati Maros, HAS Chaidir Syam mengaku senang dengan adanya penghargaan dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi RI yang diberikan ke Pemkab Maros dalam hal ini DPMTSP.
“Alhamdulillah hari hari kami menerima pengharagaan dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi dan BKPM. Dimana DPMPTSP Kabupaten Maros diberikan penilaian sangat baik oleh Kemeninves dalam pelaksnaaan perizinan berusaha dan kemudahan investasi,” ungkapnya.
Chaidir berharap agar penghargaan ini bisa menjadi motivasi lebih baik kedepannya.
“Kita berharap penghargaan ini bisa menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus mengembangkan investasi yang ada di Kabupaten Maros. Juga bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi dalam rangka percepatan pelaksnaan berusaha di Pemerintah Kabupaten Maros,” harapnya.
Mantan Ketua DPRD Maros ini juga mengatakan kalau saat ini Kabupaten Maros menempati TOP 5 nilai investasi se Sulsel.
“Ini merupakan capaian yang cukup baik. Karena ini membuktikan banyak investor yang masuk di Maros,” katanya.(*)
Jamin Kemudahan Investasi
Dalam talkshow “Kemudahan Investasi Perumahan di Kabupaten Maros” yang dihelat di sela-sela pameran, Sabtu, 2 Maret 2024 lalu, para organisasi pengembang mengakui bahwa untuk urusan kelancaran pembangunan perumahan, Maros termasuk daerah yang terbaik.
Ketua Apersi Sulsel, Yasser Latief, juga menyambut baik janji kemudahan investasi yang dilontarkan Bupati Maros, Chaidir Syam saat membuka Maros Property Expo, Jumat, 1 Maret 2024.
“Maros termasuk yang memudahkan kami. Tinggal implementasi ke bawah untuk beberapa hal,” ucap Yasser.
Menurut dia, masih perlu sejumlah perbaikan. Di antaranya pelayanan satu pintu di Mal Pelayanan Publik (MPP) harus benar-benar satu pintu. Pengurusan berkas jangan lagi bolak-balik dari instansi ke instansi.
“Perlu juga SOP yang jelas soal waktu pengurusan berkas. Termasuk kejelasan ke mana kita harus mengadu kalau ada kendala,” ucap Yasser.
Menjawab hal itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Ketenagakerjaan (DPMPTSPK) Maros, Nuryadi berterima kasih.
“Kami sedang berupaya agar pelayanan satu pintu tidak lagi banyak jendelanya. Beri kami waktu membenahi struktural karena Mal Pelayanan Publik ini memang masih baru. Tetapi kami berjanji akan mewujudkan itu,” ucap Nuryadi.
Ketua DPD REI Sulsel, Mahmud Lambang juga mengaku Maros yang terbaik untuk kemudahan investasi bagi pengembang saat ini. Dia juga mengapresiasi janji Bupati Maros. Tetapi ke depan, timpalnya, perlu ada kemudahan lanjutan.
“Pemerintah daerah sangat kami butuhkan memecahkan persoalan yang kami hadapi dalam mengembangkan perumahan berkonsep kawasan,” tutur Mahmud.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perhubungan, dan Pertanahan Kabupaten Maros, Muetazim Mansyur merespons baha pemerintah daerah sudah memperbarui konsep tata ruang. Pengembang bisa melihat wilayah mana yang bisa digarap.
“Terkait perizinan diperpendek, sementara kita benahi sedikit demi sedikit. Namun satu hal, soal lahan pertanian, pemerintah daerah cukup ketat karena Maros juga daerah lumbung pangan,” ucap Muetazim.
Kepala Sub Bidang Sistem Informasi Pajak Daerah Bapenda Maros, Agus Ramdhan menambahkan, pengurusan beberapa penerimaan daerah dari sektor properti kini makin mudah. Ada aplikasi khusus yang memungkinkan proses menjadi lebih singkat.
Pimpinan Bank Tabungan Negara (BTN) Maros, Silfani Rizki menyebut, tren pembiayaan perumahan di Maros meningkat pesat. Itu, imbuhnya, menunjukkan adanya pertumbuhan sektor properti yang signifikan.
“Datanya memang menggembirakan. Itu tidak lepas dari kemudahan yang diberikan pemerintah daerah kepada para pengembang mitra BTN,” imbuh Joshua Alexander, Relationship Manager Non Subsidi BTN Makassar.
Talkshow yang dipandu Pemimpin Redaksi MataMaros.com itu kemudian menyepakati perlunya mengaktifkan Forum Pengembang Maros, paguyuban yang di dalamnya terdapat beberapa organisasi pengembang.
Forum Pengembang Maros didorong menjadi ruang bertemunya problem yang dihadapi pengembang dengan solusi yang bisa diberikan pemerintah daerah.
Post Views: 23,306

Tinggalkan Balasan