MAROS – Nama Bupati Maros, Chaidir Syam, mencuat sebagai kandidat kuat untuk menggantikan Ashabul Kahfi dalam memimpin DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan (Sulsel). Menjelang Musyawarah Wilayah (Muswil) PAN yang akan digelar tahun ini, namanya semakin ramai diperbincangkan.
Ketua DPD PAN Maros tersebut menyatakan kesiapannya jika diberi amanah untuk memimpin DPW PAN Sulsel menggantikan Ashabul Kahfi.
“Sebagai kader, apapun amanah yang diberikan, baik oleh pimpinan pusat, pimpinan wilayah, dan pimpinan daerah, kami siap laksanakan,” kata Chaidir Syam.
Namun, ia mengakui bahwa hingga saat ini belum ada pembicaraan resmi dari pengurus DPW maupun pengurus pusat terkait pencalonannya.
“Belum ada, kita tunggu saja arahannya seperti apa dari pusat,” tutupnya.
Musyawarah Wilayah (Muswil) VI DPW PAN Sulsel direncanakan digelar pada Maret-April 2025. Wakil Ketua DPW PAN Sulsel, Usman Lonta, menjelaskan bahwa muswil ini tidak hanya bertujuan untuk memilih ketua baru, tetapi juga untuk merumuskan program kerja DPW PAN Sulsel periode 2025-2030.
“Selain memilih ketua, Muswil juga akan membahas dua agenda besar lainnya, yaitu laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengurus periode saat ini (2020-2025) dan penyusunan program kerja lima tahun ke depan,” kata Usman Lonta kepada Tribun-Timur, Rabu (28/1/2025).
Menurut Usman, program kerja ini akan menjadi landasan strategis bagi seluruh kader PAN di Sulsel dalam memperkuat posisi politik partai baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Muswil ini juga diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kualitas kader serta memperkuat jaringan politik di setiap daerah. Dengan memperhatikan evaluasi kinerja pengurus sebelumnya, program lima tahun ke depan akan difokuskan untuk mengoptimalkan capaian PAN Sulsel dalam Pemilu 2029 mendatang.
Salah satu momen krusial dalam Muswil VI ini adalah pemilihan ketua DPW PAN Sulsel periode 2025-2030. Saat ini, Ashabul Kahfi telah memimpin PAN Sulsel selama empat periode.
Usman Lonta menyebutkan bahwa meskipun belum ada keputusan resmi mengenai kandidat ketua, proses pemilihan kali ini akan mempertimbangkan kekuatan akar di tingkat daerah serta dukungan dari DPP PAN.
“Semua kader memiliki hak untuk mencalonkan diri, tetapi yang pasti adalah calon ketua harus memiliki jaringan kuat di tingkat pengurus kabupaten/kota,” ujar Usman.
Selain itu, calon ketua juga harus mendapat dukungan dari DPP PAN yang saat ini dipimpin oleh Zulkifli Hasan (Zulhas).
“Muswil kali ini berbeda dengan sebelumnya. Kandidat tidak hanya harus punya akar yang kuat di daerah, tetapi juga harus memiliki ‘gantungannya’ di DPP PAN,” tambahnya.
Jika seorang kandidat memiliki dukungan dari DPD PAN kabupaten/kota dan DPP PAN, maka peluang untuk memenangkan pemilihan semakin besar.
“Sampai sekarang, kita belum tahu siapa figur yang akan maju, tetapi saya dengar banyak pengurus kabupaten/kota masih mencari sosok yang tepat untuk Ketua DPW PAN Sulsel,” ujar Usman.
Mantan Anggota DPRD Sulsel itu juga mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu arahan resmi dari Ashabul Kahfi untuk memulai pembentukan panitia Muswil. Oleh karena itu, dalam waktu dekat mereka akan mulai melakukan persiapan.
“Pekan depan, kami akan menghadap Ketua PAN Sulsel untuk membentuk kepanitiaan dan mempersiapkan segala sesuatunya,” ujar Usman. (lim)

Tinggalkan Balasan